Liputan Khusus
Lipsus - Albert Solo Aniaya Istri Hingga Meninggal
Akibat penganiayaan tersebut, Mey dirawat di IGD Rumah Sakit Leona, Kota Kupang selama dua hari.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Albert Solo, oknum ASN di Sat Pol PP Pemprov NTT tega menganiaya istrinya, Josefina Maria Mey. Bahkan pelaku diduga memukul hingga menyeret Mey yang masih mengenakan pakaian dinas ASN usai kembali dari kantornya.
Akibat penganiayaan tersebut, Mey dirawat di IGD Rumah Sakit Leona, Kota Kupang selama dua hari. Dia sekarat saat diantar ke rumah sakit oleh tetangga dan anaknya, Sabtu (10/8) sekira pukul 15.00 Wita.
Penganiayaan tersebut terjadi ketika Mey baru saja kembali dari kantornya di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT usai bersama pimpinannya mengikuti rapat bersama Komisi V DPRD NTT.
Selepas rapat, Mey kembali ke rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, menumpang ojek online. Tiba di halaman rumah, ibu dua anak ini disambut Albert yang diketahui sudah menunggu sejak tadi.
"Pas dia turun dari ojek, langsung digebuk di situ (sebuah pohon mangga di depan rumah korban). Dia terkapar di situ. Sampai lidah keluar," kata Robert Dey, keluarga Mey, Selasa (13/8).
Robert bersama keluarga lainnya mendapat kabar duka. Mey meninggal dunia pada Senin (12/8) setelah hampir 50 jam berada di IGD RS Leona. Mey tidak sadarkan diri sejak dianiaya Albert. Setelah otopsi, jenazah Mey disemayamkan di rumah duka di Naimata.
"Dia pukul, injak, seret. Orang-orang yang datang dia ancam, jangan dekat ini urusan saya," kata Robert mengulang cerita yang ia peroleh dari tetangga.
Cerita yang sama juga disampaikan beberapa orang yang ditemui Pos Kupang, Selasa sore. Warga cerita, meski suasana waktu banyak orang, mereka tidak bisa menolong Mey. Kelakuan Albert yang main hakim sendiri membuat warga sekitar merasa terancam.
Bahkan, kedua anak Albert yang datang dari sekolah dan hendak menolong Mey, ikut menjadi sasaran Albert. Dia bahkan tegas meminta kedua anaknya untuk tidak menolong Mey yang terbaring lemas.
"Mereka (anak-anak, Red) datang saja diancam, jangan tolong dia. Biar dia mati di situ," kata warga mengisahkan kejadian Sabtu sore.
Lebam yang dialami Mey, menurut warga sekitar akibat pukulan dari Albert. Korban sempat berupaya berlari namun tidak berhasil dan Mey kembali mendapatkan penganiayaan.
Menurut tetangga, Mey terlihat pasrah menerima pukulan dari suami yang telah ia nikahi selama 10 tahun itu. Warga yang semakin banyak membuat Albert menghentikan tindakan brutalnya itu. Warga lalu membopong Mey ke teras rumahnya.
"Itu dia (korban) sudah napas satu-satu. Dia seperti mengorok. Kami bilang, angkat kepalanya agak tinggi supaya pernapasan agak lancar. Tapi mukanya sudah lebam, lecet di bagian kanan juga," tutur warga.
Dari teras rumah, warga membawa Mey yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit. Pertama, Mey dibawa ke rumah sakit Kartini, yang saat itu ruang IGD dalam kondisi dipenuhi pasien. Warga kemudian membawa Mey ke rumah sakit Leona.
Kerap Dianiaya
Di rumah sakit itu, kedua anak mereka yang memberikan keterangan ke dokter tentang penyebab Mey sekarat, tetapi kembali diintimidasi Albert. Warga yang ikut mengantarkan Mey geram dengan perilaku Albert namun tidak bisa berbuat banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/korban-penganiayaan-di-Naimata.jpg)