Berita Nasional
Relawan Projo Diprediksi Bakal Jadi Parpol, Benarkah? Begini Penjelasan Budi Arie Setiadi
Relawan Pro Jokowi (Projo) organisasi yang identik dengan aktivitas politik mendukung Presiden Jokowi diprediksi akan menjelma menjadi partai politik.
POS-KUPANG.COM – Relawan Pro Jokowi atau Projo, organisasi yang identik dengan aktivitas politik mendukung Presiden Jokowi, diprediksi akan menjelma menjadi partai politik setelah 20 Oktober 2024 mendatang.
Peluang ini diestimasikan bakal terjadi, setelah Jokowi menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden RI dalam periode lima tahun terakhir pada 20 Oktober 2024 ini.
Hal itu tak dibantah oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ketika dikonfirmasi awak media di Jakarta. Menurutnya, seluruh agenda pembahasan penting akan dibicarakan dalam Kongres ke-III Projo yang sedianya akan dilaksanakan pada akhir September 2024 mendatang.
Budi Arie Setiadi mengatakan itu, dalam sesi wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Palmerah, Jakarta, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com, Selasa 13 Agustus 2024.
Dia menyebutkan bahwa di tengah situasi Pilkada, Projo masih menunggu dinamika yang tengah terjadi termasuk menunggu arahan dari Ketua Dewan Pembina Projo, Jokowi.
Hal itu karena Projo juga merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sama-sama mendukung keberlanjutan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Kita gak pernah punya desain buruk. Tetapi bahwa Projo ini kan selalu patokannya, pilihan Projo dalam pilkada serentak 2024 kan patokannya pertama-tama didukung oleh Pak Jokowi, Prabowo, Gibran."
"Yang kedua didukung oleh partai-partai yang ada dalam Koalisi Indonesia Maju. Buat patokan kita kan itu. Kalau gak didukung oleh Pak Jokowi, Prabowo, Gibran ya masa mau didukung Projo. Ya pasti Projo gak mungkin didukung yang gak didukung oleh Pak Jokowi, Prabowo, Gibran," jelasnya.
Apakah Jokowi titip Kaesang untuk didukung di Pilkada 2024?
Baca juga: Ini Daftar Nama Calon Ketua Umum Golkar Gantikan Airlangga Hartarto
Baca juga: Hotman Paris Heran Airlangga – Jusuf Hamka Mundur Bersamaan: Apa yang Terjadi?
Menurut dia, putra bungsu Presiden Jokowi itu memiliki elektabilitas yang tinggi di Jawa Tengah berdasarkan hasil survei.
"Ga usah nitip Mas Kaesang. Mas Kaesang sudah surveinya di Jawa Tengah tinggi."
"Ya biar aja keputusan partai politik. Bukan karena dia anak Pak Jokowi ya," ucapnya.
"Cuman keputusan Mas Kaesang nanti jadi maju dimanapun itu biar aja. Itu diskusi dan dialektika di partai politik," jelasnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Dewan Pers dan IMS Tanda Tangani MoU Penguatan Perlindungan dan Keamanan bagi Pers Indonesia |
![]() |
---|
Ombudsman RI Soroti Potensi Maladministrasi pada Pending Claim BPJS Kesehatan |
![]() |
---|
Kapolres se-Timor Leste Ikut Seminar Public Speaking oleh Atase Polri KBRI Dili |
![]() |
---|
PLN Siap Sukseskan Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal |
![]() |
---|
PLN Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Kelistrikan Andal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.