UKAW Kupang
Reuni Perdana Alumni Pascasarjana Teologi UKAW Berjalan Sukses dan Penuh Semangat
Reuni Alumni yang dilaksanakan di halaman De Museum Café Mathias Van Den Broek Jemaat Kota Kupang, sekaligus makan sup ubi dan karaoke.
POS-KUPANG.COM - "Sangat bersukacita karena sekalipun para alumni Pascasarjana Teologi UKAW masing-masing sibuk dalam pelayanan mereka, baik yang di lingkup jemaat, klasis, dan sinode, tapi memberi diri berkontribusi dan hadir dalam reuni. Ini luar biasa. Bahkan representasi setiap angkatan 2009-2022 hadir," demikian disampaikan oleh Ketua Alumni Pascasarjana UKAW, Pdt. Jesmarlianus R. Djo Naga, M.Th Kamis, 8 Agustus 2024, ketika dihubungi Pos Kupang di kediamannya.
Ketua Terpilih kegiatan Reuni Alumni Pascasarjana UKAW Kupang, Pdt. Jesmarlianus R. Djo Naga, M.Th, sangat bersyukur karena acara reuni perdana dari alumni Pascasarjana Teologi UKAW ini dapat berjalan dengan baik. Sebagaimana diketahui bahwa reuni alumni ini adalah reuni setelah sekian lama alumni berkiprah.
“Tentu saya sebagai ketua panitia sangat bersyukur karena ada 38 orang alumni yang berkesempatan hadir mewakili seluruh angkatan yang ada selama ini,” ujar Pdt. Jes.
Acara alumni dimulai dengan ibadah pembukaan yang dilaksanakan di Gedung Gereja Kota Kupang pada tanggal 31 Juli 2024. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pendeta Evelien W. Lawaherilla, M.Th, dengan bacaan Roma 12:11-12, merujuk pada tema reuni "Never Give Up".
Baca juga: Rektor UKAW Kupang Perpanjang Masa Penerimaan Mahasiswa Baru sampai 20 Agustus 2024
Menurut Pendeta Evelien, tentu pengalaman kita berbeda-beda, tetapi kalau kita bisa menyelesaikan semua karena kebaikan Tuhan yang telah memampukan kita saat lelah dan ingin menyerah. Karena itu tidak heran kalau dalam pertemuan alumni kita memilih tema "Never Give Up". Saat malas, kita diingatkan lagi untuk belajar dari Amsal 6:6-8. Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada kita untuk belajar dari semut, binatang kecil yang rajin bekerja tanpa harus didorong atau diawasi.
Semut tidak mengenal kata malas dalam mencari makanannya, bahkan tanpa pimpinan atau perintah langsung, semut melakukan apa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Bisa dibayangkan saat kuliah kita menjadi malas, apakah kita bisa menyandang gelar sebagai magister? Apakah malas bisa membuat kita menjadi orang yang sukses di tempat pelayanan? Tentu jawabannya tidak!
Hanya orang rajinlah yang bisa sukses dan berhasil. Karena itu, dalam hidup kita harus berani membuang kemalasan dan hidup dengan rajin. Harus diakui ada banyak alasan yang membuat kita menjadi malas, saat kita merasa lelah, frustrasi, atau bahkan malas untuk terus berusaha.
Terkadang kita merasa seperti tidak melihat hasil dari usaha keras yang kita lakukan, atau saat kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari yang bisa membuat kita kehilangan semangat atau kepedulian terhadap pekerjaan kita. Saat itulah kita perlu menjaga keseimbangan dan tidak hanya fokus pada pekerjaan atau aktivitas sehari-hari tanpa memberi perhatian pada aspek spiritual.
Ketika kita mengalami masa-masa sulit yang membuat kita ingin menyerah, marilah kita mengingat janji Allah bahwa Ia memiliki rencana yang indah bagi setiap orang dari kita, tetapi untuk mencapainya kita perlu tekun dan gigih dalam setiap usaha kita.
Kita tidak boleh menyerah pada kelelahan atau keputusasaan. Sebaliknya, kita harus bertahan dan terus berusaha. Semangat adalah api yang membakar hati dan mendorong kita untuk melakukan hal-hal besar bagi Kerajaan Allah. Semangat ini bukanlah semangat dunia yang berubah-ubah, tetapi semangat yang didorong oleh kasih dan pengabdian kepada Tuhan.
Menurut Pendeta Evelien, kita sering kali menghadapi berbagai tantangan dan cobaan dalam kehidupan ini yang dapat mengurangi semangat kita. Namun, kita diberi janji dalam Firman Tuhan bahwa di dalam Dia kita memiliki kekuatan baru setiap hari untuk terus bersemangat (Yesaya 40:31).
Di dalam Alkitab ada contoh tentang orang-orang yang hidup dengan semangat, seperti Yusuf dan Paulus. Yusuf adalah seorang yang penuh semangat dalam melayani Tuhan, meskipun mengalami banyak cobaan. Dia mempercayai rencana Tuhan dalam hidupnya dan mengalami berkat-Nya secara berlimpah. Rasul Paulus dikenal tidak pernah kehilangan semangatnya, meskipun mengalami banyak penderitaan dan penindasan.
Dalam Filipi 4:13, Paulus berkata, "Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Ini adalah contoh semangat yang teguh dan kokoh dalam iman.
Setelah acara kebaktian, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Duka yang sekaligus membuka kegiatan reuni alumni 2024. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi ilmiah seputar kesehatan mental yang dibawakan oleh psikolog Ibu Dian Lestari Anakaka, S.Psi, M.Psi, dan sharing alumni. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan pengurus alumni periode 2024-2027, di mana pengurus terpilihnya adalah sebagai berikut:
Ketua: Pdt. Jesmarlianus R. Djo Naga, M.Th
Wakil Ketua: Pdt. Evelien W. Lawaherilla, M.Th
Sekretaris: Pdt. Vivi Siar-Ballo, M.Th
Wakil Sekretaris: Pdt. An Taka Logo, M.Th
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Reuni-Perdana-Alumni-Pascasarjana-Teologi-UKAW.jpg)