Kamis, 16 April 2026

Berita NTT

Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung" Ditengah Erupsi Teknologi

Kesimpangsiuran informasi yang membingungkan, pertentangan berbagai golongan masyarakat yang tak ada habisnya, lenyapnya penghormatan

Penulis: maria anggryani enotoda | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ENT
Penulis Buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala " Riung"  Nancy Agatha Florida, S.S., M. Pd bersama editor Isidorus Lilijawa, S. Fil., M. M dan tamu undangan lainnya saat memotong pita tanda Buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala " Riung"  Resmi launching di Lippo Plaza Selasa 6 Agustus 2024 sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM Annie Toda

POS-KUPANG. COM, KUPANG - Lipa Tala secara harafiah berarti kain bintang berwarna dasar hitam dengan motif wajik atau berlian kuning kecil di satu sisi dan di sisi lainnya ialah bunga dan garis yang juga berwarna kuning. Lipa Tala berasal dari Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Begitu berharganya Lipa Tala pada zaman dahulu, selembar kain tenun ini bisa ditukar dengan seekor kuda atau dua lembar kain bisa ditukar dengan seekor kerbau. Namun kini kejayaan Lipa Tala mulai meredup. 

Penulis Buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung Nancy Agatha Florida, S.S., M. Pd dalam catatannya di acara Launching Buku dan Pameran Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung Selasa 6 Agustus 2024 sore menyebutkan motif Lipa Tala dianggap kurang bervariasi, tenunan ini pun kurang populer dikenakan oleh masyarakat meskipun pemerintah Nusa Tenggara Timur ( NTT) telah membantu menggalakan pemakaian tenun di setiap hari Kamis bagi semua ASN.

Sebagian besar pengguna tenun Lipa Tala ialah masyarakat  Riung  dan digunakan saat mengikuti upacara adat saja. 

Selain minimnya minat dalam menggunakan tenun Lipa Tala, pengrajinnya pun sangat terbatas. Perempuan berdarah campuran Flores- Jawa yang kerap disapa Flo ini mengatakan di Kecamatan Riung dan Riung Barat hanya ada beberapa desa saja yang mempunyai kelompok penenun antara lain Desa Lanamai 1, Desa Ria 1. Selain jumlah pengrajin yang terbatas, jumlah orang yang memahami makna filosofis dari Lipa Tala ini juga sangat minim. 

Tidak semua pengrajin tenun Lipa Tala memahami makna dan artinya. Perempuan yang sedang memulai pendidikan doktoralnya di bidang Educational Psychology di Mississippi State University dengan beasiswa LPDP ini juga menyebutkan kebanyakan pengrajin  hanya mengikuti pola dari kain Lipa Tala yang sudah ada, sehingga ketika ada pengunjung yang menanyakan artinya, para pengrajin tidak bisa menjelaskan dengan baik.

Putra Riung Ketua Yayasan INCREASE Kupang Isidorus Lilijawa, S. Fil., M. M yang juga merupakan sang editor buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung" dalam catatannya mengungkapkan, saat ini budaya lokal banyak mengalami guratan retak yang bisa disebut  sebagai " krisis Kebudayaan".

Kesimpangsiuran informasi yang membingungkan, pertentangan berbagai golongan masyarakat yang tak ada habisnya, lenyapnya penghormatan kepada ilmu pengetahuan yang objektif menurut Isidorus menjadi faktor yang melahirkan krisis budaya. 

Di tengah gempuran budaya modern dan global yang terus terjadi, ia secara pribadi mengapresiasi Nancy Agatha Florida bersama yayasan NAF yang kembali mengangkat pesona Lipa Tala. 

Baginya, Lipa Tala bisa bernasib sama dengan tenunan lain yang mulai punah, pesonanya hilang tergerus zaman dan maknanya luntur digerogoti erupsi Teknologi. Karena itu menurutnya, segala upaya NAF untuk kembali mendokumentasikan Lipa Tala sebagai kekayaan khazanah lokal Riung Barat dengan kerja scientific adalah bagian dari merawat sejarah serta memelihara legasi kultur tenunan Riung Barat. 

Buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung" menggabungkan tradisi dan inovasi  dalam upaya menghidupkan kembali Lipa Tala agar dapat berkontribusi pada pembangunan budaya dan ekonomi di era kekinian. Nancy Agatha Florida mengungkapkan, Yayasan NAF ingin melakukan pencatatan dan pendokumentasian berupa buku dua bahasa dengan tujuan untuk membangun kesadaran atas makna dan nilai filosofis Tenun Lipa Tala kepada masyarakat luas khususnya generasi muda. 

Perempuan penyuka kupu-kupu dan matahari senja ini juga mengatakan, dalam segi ekonomi  Yayasan NAF ingin melakukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif kepada para kelompok tenun untuk dapat melakukan inovasi desain dan pengembangan produk sehingga Lipa Tala bisa mendapatkan tempat di tengah masyarakat modern. 

Buku Reinkarnasi Tenun Lipa Tala "Riung" Diluncurkan pada Selasa 6 Agustus 2024 sore bertempat di Lippo Plaza Kupang.

Acara ini diawali dengan tarian ja'i yang dibawakan oleh Ikatan Keluarga Besar Ngada Kupang atau yang akrab disebut IKADA KUPANG.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved