Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Warga Larantuka Tertembak Peluru Karet saat Tawuran Antarpemuda Usai Final Liga Flotim

Tawuran itu terjadi usai laga Final Liga 1 Askab PSSI Flores Timur antara Amposh FC vs Arsenal Terong, sekaligus seremonial penutup dan penyerahan had

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ryan Nong
POS KUPANG/PAUL KABELEN
Satu anggota polisi dari Polres Flores Timur mengalami luka di bagian kepala dan mendapat lima jahitan saat mengendalikan aksi tawuran di Larantuka, Senin (5/8). 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Tawuran massa seketika pecah di Kota Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, Senin (5/8) malam. Belum diketahui jelas motif tawuran antar warga di Kelurahan Amagarapati, Kecamatan Larantuka itu.

Tawuran itu terjadi usai laga Final Liga 1 Askab PSSI Flores Timur antara Amposh FC vs Arsenal Terong, sekaligus seremonial penutup dan penyerahan hadiah.

Group facebook Suara Flotim berseliweran dengan unggahan video tawuran. Dalam video memperlihatkan sekelompok warga sedang kejar-kejaran hingga ada tembakan gas air mata dari aparat kepolisian.

Baca juga: Lipsus - Krisis Air Bersih di Sikka NTT, Warga Tadah Air dari Tebing

Berseliweran informasi di media social menyebutkan tawuran tersebut dipicu pertandingan futsal. Tetapi ada sejumlah orang mengklarifikasi pada kolom komentar bahwa warga Ekasapta tak terlibat dalam turnamen futsal tersebut.

Ekasapta memang tidak ikut dalam pertandingan tersebut tetapi dominan mendukung Arsenal Terong ketimbang rival Amposh FC dalam Final Liga 1 Flores Timur. Namun akibat kericuhan tersebut, satu orang warga Amagarapati, Fransiskus Frederik Ebang Diaz, terluka dan Anselmus Pedro Odjan (28) diduga dianiaya oknum aparat.

Fransiskus, pemuda 19 tahun diduga terkena tembakan senjata saat kericuhan berlangsung.  Korban mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.

Keluarga korban, Marianus Dea, menyebutkan sesuai hasil rongen, peluru yang bersarang dalam tubuh korban sedalam 7 centimeter dan kemungkinan tembakannya dilakukan dari jarak dekat.

Terkait adanya korban dalam tawuran tersebut warga kelurahan Amagarapati spontan melakukan aksi turun ke jalan pada Selasa (6/8). Warga membakar ban di depan rumah jabatan Kapolres Flores Timur. Aksi protes ini dipicu karena tidak puas terhadap dua warga Amagarapati yang tidak tahu menahu dan menjadi korban dalam tawuran tersebut.

Marianus Dea menuturkan korban Anselmus Pedro Ojan dianiaya saat berada di kediamannya di kelurahan Amagarapati ketika korban bersama istrinya hendak memasukan motornya ke dalam rumah. Namun tiba-tiba dating oknum polisi menyeret dan memukul Anselmus hingga tulang rusuknya sakit.

Dikatakan saat korban diseret oknum anggota polisi, spontan istrinya berusaha melerai. Isteri korban sempat berteriak. “Pak polisi itu suami saya dia bukan pelaku. Tetapi diabaikan dan menolak istri korban hingga terjatuh," ungkap Marianus.

Beberapa saat kemudian jelas Marianus, , terdengar bunyi tembakan hingga mengenai punggung bagian kanan Fransiskus Diaz.  " Polisi jangan begitu, kami ini masyarakat bukan musuh. Ingat kalian juga dari masyarakat bukan caranya buat kami seperti musuh, main gedor rumah orang tanpa permisi terus sikat siksa dan aniaya warga," tandas Marsianus di hadapan Wakapolres Flores Timur.

Marsianus kesal karena bukan warga Kelurahan Amagarapti yang melakukan tawuran, namun warga di wilayah tersebut menjadi korban tembakan dan amukan polisi. Untuk itu pihak keluarga mendesak Kapolres Flores Timur melakukan penyelidikan secara cepat dan menghukum oknum polisi yang melakukan penembakan.

"Untuk itu, hari ini (kemarin, Red) kami keluarga akan langsung menyurati Kapolda NTT, Kapolri, dan Kompolnas dengan permintaan mencopot Kapolres Flotim saat ini," tegas Marianus

Terkena Lemparan Batu

Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita, Selasa (6/8) membenarkan, satu orang dari massa terkena rekoset tembakan peluru karet dengang luka 1 cm di punggung kanan. Korban langsung dibawa ke RSUD Larantuka untuk penanganan medis.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved