Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Megawati: Hubungan Saya Sama Jokowi Baik-baik Saja

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden Joko Widodo baik-baik saja.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM.COM/ALBERT AQUINALDO
Megawati Soekarnoputri mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Jumat, 31 Mei 2024. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP ) Megawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden Joko Widodo baik-baik saja.

Hal itu dikatakan Megawati saat memberikan pengarahan dalam acara penyerahan duplikat bendera pusaka kepada semua kepala daerah se-Indonesia.

"Tadi sebelum ke sini, ada yang mengatakan katanya saya tidak (baik-baik) sama Presiden (Jokowi). Loh, enaknya dia bicara kayak begitu. Saya sama Presiden baik-baik saja. Memangnya kenapa?" kata Megawati di Balai Samudera, Jakarta, Senin (5/8).

Megawati menceritakan bahwa dia dianggap punya hubungan buruk dengan Jokowi karena isu perpanjangan masa jabatan presiden dan wacana presiden 3 periode.

"Hanya karena saya dikatakan, karena saya tidak mau ketika diminta 3 periode atau karena saya katanya tidak mau perpanjangan," kata dia.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga mengatakan bahwa hal tersebut masuknya ke ranah konstitusi. "Saya tahu hukum kok, mana yang ahli hukum angkat tangan? Itu kan namanya ranahnya konstitusi," ujar Mega.

Mega juga mengatakan bahwa MPR menjadi pihaknya yang mempunyai sikap soal masa jabatan presiden. "Karena apa? Karena ketika dari yang namanya presiden seumur hidup, itu waktu reformasi kan diubah Tap MPR," kata dia.

Baca juga: Opini: Selamat Tinggal Jokowi, Selamat Tinggal Cita-Cita Republik?

Megawati mengatakan hasil diskusi dengan ahli tata negara, keputusan MPR masih membatasi masa jabatan presiden 2 periode.

"Saya tanya pada ahli tata negara, apakah MPR yang sekarang disamakan dengan ini Tap-nya itu masih berlaku? Yes, ada yang mau nyanggah? Ahli hukum tata negara, ya silakan," ujarnya.

Pantau Timteng

Megawati juga menyoroti situasi di kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa perang bisa kembali terjadi kapan saja. Bahkan, ketika Indonesia sudah merdeka, dikatakan Megawati, hal tersebut bisa saja kejadian.

"Jangan dipikir tidak akan bisa yang namanya perang itu kembali. Silakan lihat sekarang, saya mengikuti terus yang namanya geopolitik," kata Megawati.

Megawati mengaku mengikuti perkembangan perang di Timur Tengah yang melibat sejumlah negara.

"Ini nanti, suasana di Timur Tengah, saya perhatikan, mudah-mudahanlah tidak akan bisa melebar," imbuhnya.

Presiden ke-5 RI itu pun mengajak para gubernur hingga penjabat gubernur yang hadir untuk memikirkan kondisi Indonesia melalui kacamata geopolitik. "Keadaannya bisa saja. Coba bayangkan kalau nanti kita melempem. I don't know, tapi saya berharap jangan," ujar Megawati.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved