Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 4 Agustus 2024, “Akulah Roti Hidup”

semua kita adalah murid-murid Tuhan yang dipanggil dalam persekutuan dengan diri Yesus sebagai guru dan Tuhan kita.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Rabu 23 Agustus 2023 dengan judul Kita Hanyalah Pekerja Kebun Anggur. 

Oleh: Bruder Pio Hayon,SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 4 Agustus 2024, “Akulah Roti Hidup”

Hari MInggu Biasa Pekan XVIII

Bacaan I:Kel. 16: 2-4.12-15

Bacaan II: Ef. 4: 17.20-24

Injil: Yohanes 6:24-35                                                                     

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua.Roti di belahan dunia yang lain adalah justru menjadi makanan pokok yang terbuat dari gandum atau jenis tepung lainnya.

Namun ada juga roti bukan menjadi makanan pokok tapi hanya sekedar untuk menjadi snack saja atau makanan ringan saja.

Intinya adalah setiap orang butuh roti untuk makan entah itu sekedar snack atau menjadi makanan pokok dan dapat memberi kehidupan bagi yang menyantapnya. Roti juga dapat memberikan kehidupan manusia.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari minggu ini kita merayakan hari minggu biasa pekan ke XVIII. Bacaan-bacaan yang akan kita renungkan adalah tentang roti yang memberikan kehidupan bagi manusia. Dalam bacaan pertama kita mendengartentang kisah bangsa Israel dalam perjalanan mereka saat keluar dari Mesir menuju tanah terjanji.

Di padang gurun Sin terletak di antara Elim dan gunung Sinai, bangsa Israel mengeluh kepada Musa dan Harun yang mulai kelaparan dan membandingkan hidup mereka saat di Mesir dan saat di padang gurun ini bahkan sambil berpikiran bahwa ini adala perjalanan untuk membunuh bangsa itu.

Tuhan mendengar keluh kesah mereka dan memberikan Manna pada pagi hari dan akan memberikan burung untuk menjadi daging bagi mereka. Dalam pengembaraan di padang gurun Tuhan memberi Manna dari langit kepada umat Israel.

Sebetulnya dalam pengembaraan hidup kita di bumi ini, semua kita pun mendapat rezeki sehari-hari dari Tuhan, tapi sering kita abaikan keajaiban kasih karunia-Nya dan karena itu kita lupa bersyukur bahkan dalam situasi tak menentu seperti di ‘padang gurun’ hidup kita.

Dan kisah injil yang kita dengarhari ini juga sejalan dengan kisah Tuhan memberikan Manna kepada bangsa Israel dan dalam Injil kita mendengar kisah Yesus memperbanyak roti untuk dimakan oleh begitu banya orang. Kisah relasional antara kedua bacaan ini memberi petunjuk akan Roti Hidup dalam bacaan Injil hari ini. Kisah itu dimulai ketika Yesus sudah memberi makan roti begitu banyak orang maka orang banyak itu pun kembali lagi untuk mecari Yesus. Pencarian Yesus ini tentunya sangat baik.

Namun Yesus kembali mempertanyakan lagi motivasi usaha orang banyak itu mencari diriNya. Dan Yesus menemukan bahwa orang-orang ini mencari diriNya karena sudah makan roti dalam kisah perbanyakan roti itu dan bukan karena tanda-tanda yang telah Yesus kerjakan bagi mereka sebagai jalan pengenalan akan diriNya.

Dan pada akhirnya Yesus membawa mereka pada pemahaman yang sesungguhnya tentang siapakah diriNya yaitu sebagai Roti Hidup dalam dialog yang panjang: “Tuhan berikanlah kami roti itu senantiasa", kata mereka. Jawab Yesus: "Akulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" (Yoh 6: 35). 

Kebenaran ini ditegaskan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus pada bacaan kedua hari ini: “Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dam menerima pengajaran di dalam Dia...” Maka di sini kita semua yakin bahwa dalam diri Yesus itu  kita semua menjadi hidup dan menjadi manusia baru oleh karena pengenalan kita tentang Dia.

Ketika Yesus menyebut diri-Nya "Roti Hidup", Dia mengambil bagian dalam nasib hidup manusia yang fana tapi serentak Ia mengubah kita untuk ambil bagian dalam hidup baru, hidup-Nya yang abadi. Maka marilah kita belajar untuk selalu hidup di dalam Dia yang telah menjadikan kita baru karena telah memberi diriNya kepada kita sebagai Roti yang hidup dan tidak lagi mengeluh kepada Tuhan yang telah memberi banyak hal dalam hidup kita bahkan diriNya sendiri.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:semua kita adalah murid-murid Tuhan yang dipanggil dalam persekutuan dengan diri Yesus sebagai guru dan Tuhan kita.

Kedua, dan alam hidup panggilan itu, kita sebenarnya selalu mendapatkan “manna” yang kita butuhkan dalam hidup kita, hanya kita sering lupa bahwa itu adalah anugerah Tuhan untuk kita.

Ketiga, maka kita harus menjadi yakin bahwa Tuhan benar-benar ada untuk kita bahkan telah memberikan diriNya bagi hidup dan keselamatan kita.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

                                                                                                                                                 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved