Berita Kabupaten Kupang
Antisipasi Rabies Merebak di Desa Muke, Dinas Peternakan Sisir Kembali Anjing yang Belum Divaksin
Pada vaksinasi kemarin ada 200an ekor anjing yang mereka vaksinasi kembali dan menurut dokter Yos masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya rabies.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Dinas Peternakan Kabupaten Kupang kembali melakukan vaksinasi di Desa Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur untuk menyisir kembali hewan penyebar rabies (HPR) yang belum sempat divaksin.
Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan Kabupaten Kupang drh. Yosep A. Paulus, Jumat 2 Agustus 2024 menjelaskan penyisiran kembali HPR ini setelah sebelumnya ada kasus kematian akibat rabies.
Pada vaksinasi lapisan satu pada 21-23 Agustus 2023 lalu saat rabies merebak di Kabupaten TTS dinas peternalan melakukan vaksinasi oada 135 ekor anjing.
Pada vaksinasi kemarin ada 200an ekor anjing yang mereka vaksinasi kembali dan menurut dokter Yos masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya rabies.
"Kemarin kami kesana ada yang bilang anjing di Muke sudah habis, saya tanya habis maksudnya bagaimana, ternyata mereka sudah bunuh katanya takut anjingnya gigit orang lagi dan jadi masalah buat mereka," ungkapnya.
Dirinya memberikan apresiasi bagi masyarakat Desa Muke karena sadar bahwa rabies sangat berbahaya apalagi sudah ada jatuh korban jiwa.
Namun dari informasi yang dia dapat anjing di Desa Nunmafo yang juga daerah rentan rabies karena sudah ada korban rabies dari sana, anjing-anjing disana masih bebas berkeliaran.
Dirinya meminta agar mereka mengamankan anjing mereka dengan diikat dan bagi yang belum divaksin agar segera menghubungi petugas untuk mendapat vaksinasi rabies.
Sementara Kades Muke, Sefrit Kause mengatakan setelah desa mereka masuk zona merah rabies langsung berkoordinasi dengan Pemkab Kupang untuk langkah antisipatif.
Baca juga: Penjabat Bupati Kukuhkan 157 Kades Se-Kabupaten Kupang, Tambah Masa Jabatan Jadi Delapan Tahun
Dirinya juga meminta agar dinas kesehatan melalui Puskesmas Oenuntono memberikan VAR dan SAR bagi 13 korban gigitan HPR.
Pemerintah Desa Muke juga gencar melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat perihal pertolongan pertama saat mendapat gigitan anjing.
Dengan usaha dan kolaborasi yang terbangun akhirnya situasi sulit telah mereka lewati, bahkan kini sudah tidak ada lagi kasus gigitan HPR dan dirinya juga memberikan penegasan agar anjing divaksin apabila menolak maka langsung dieliminasi. (ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
| Kelompok Tani Kasih Mama Kupang dapat Bantuan Mesin Poma Air dari Frans Aba |
|
|---|
| Kelompok Bersaudara Berbagi Berkah Natal, Santuni Anak Yatim dan Lansia |
|
|---|
| Jembatan Termanu Miring Usai Diterjang Banjir, Warga Amfoang Kupang NTT Mulai Terancam Terisolir |
|
|---|
| Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Catat 850 Gigitan HPR Sepanjang 2024 |
|
|---|
| Uskup Agung Kupang Resmikan Gereja Paroki Santa Maria Imaculata Battuna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Vaksinasi-rabies-pada-anjing-yang-dilakukan-dinas-peternakan-Kabupaten-Kupang.jpg)