Berita Kota Kupang
PIT POGI di Kupang Tinggalkan Kesan Bagus di Mata Peserta
Toko oleh-oleh ramai oleh peserta PIT yang mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang, mulai se'i, kacang, snack yang terbuat dari kelor
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pertemuan ilmiah tahunan (PIT) Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) ke XXVII pada yang diselenggarakan tanggal 22-24 Juli 2024 di Kupang meninggalkan kesan tersendiri di mata peserta.
Ketua POGI Jawa Timur sekaligus Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, DR dr Bramana Askandar, Sp.OG., Subsp Onk mengungkapkan pengalamannya ketika mengikuti event tahunan ini.
Dia menjelaskan, setiap tahun, POGI melaksanakan pertemuan ilmiah tahunan sebagai sarana update ilmu, reuni, networking dan lain-lain. Di tahun 2024, PIT POGI diadakan di Kupang, NTT.
"Pertama kali PIT POGI diadakan di NTT, dan kedua di Indonesia Timur setelah Makassar. Rangkaian keseluruhan pelaksanaan PIT POGI biasanya berlangsung hampir seminggu, kamis-sabtu untuk course pra PIT, minggu untuk rapat organisasi dan senin-rabu untuk symposium dan lain-lain," kata dr. Bram.
Baca juga: BPJS Kesehatan Apresiasi Mall Pelayanan Publik Kota Kupang
"Saya pesan tiket dan hotel sejak 3 bulan sebelum pelaksanaan PIT. Saya pesan tiket Lion Air Surabaya-Kupang direct pada hari jumat H-2 PIT, karena harus memberikan materi dan rapat-rapat pra PIT. Penerbangan berjalan lancar, menempuh waktu 2 jam. Penumpang penuh, bahkan teman-teman dokter dari Medan, Palembang dan lain-lain juga ikut naik pesawat Lion Air Surabaya-Kupang, setelah mereka transit di Batam, Jakarta dan lain-lain.
Setelah menempuh penerbangan 2 jam, kami landing di Kupang, airportnya baru, beda dengan 5 tahun lalu saat saya terakhir ke Kupang. Airport bersih, rapi dan disambut keramahan orang NTT. Kesan saya orang NTT sangat ramah. Saat menunggu bagasi di bagage claim, tas saya diambilkan oleh orang NTT yang gak saya kenal, saya hanya menunjuk tas kejauhan, menandakan tas saya sudah tampak, langsung orang tersebut mengambilkan tas saya dan menyodorkan ke saya sambil mengucap, ini tas bapak ya.
Luar biasa. Setelah ambil barang, saya menuju tempat penjemputan, saya menunggu mobil yang saya sewa. Tidak lama kemudian, sopir mobil yang saya sewa tiba. Saya disambut dengan ramah. Saya tidak lupa memberikan uang jasa ke porter yang membantu saya, dari raut wajahnya mereka tulus menunaikan tugasnya.
Tidak terlihat wajah berharap, sambil dia mengucapkan terima kasih bapak, semoga bapak sehat selalu, selamat menikmati kota kupang. Keramahan yang luar biasa, keramahan NTT yang berkesan untuk saya. Tentang keramahan orang NTT tidak berhenti disini, selama di NTT, mulai petugas hotel, cleaning service mall, waiter, dan laini semuanya ramah dan helpfull. Hebat." ceritanya.
Keesokan harinya, dia memulai dengan aktivitas workshop, dan lain-lain.
Menurutnya panitia tampak sigap dan solid, meski PIT kali ini dilaksanakan bukan di kota besar di Jawa, tapi terkesan panitia bekerja dengan rapi.
"Saya ketemu sahabat saya sekaligus ketua Panitia PIT, sebut nama dr. Laurentz, seorang ginekolog onkolog yang bertugas di Kota Kupang. Saya tanya berapa orang SpOG yang ikut sebagai panitia, beliau menjelaskan ada 66 SpOG seluruh NTT, 22 SpOG berdinas di Kupang, mereka inilah yang bahu membahu bekerja mempersiapkan PIT. Luar biasa. Mengkoordinasi 52 pembicara workshop pra PIT (termasuk 3 pembicara asing) dan 131 pembicara simposium (5 pembicara asing), pekerjaan besar yang bisa diselesaikan dengan baik," ungkapnya.
"Kerja panitia PIT POGI Kupang hebat, Teringat ketika saya menjadi ketua panitia PIT POGI 2019 di Surabaya, saat itu saya lebih mudah, karena dibantu 450an SpOG yang bernaung di POGI Surabaya. Salut POGI NTT, persiapan PIT dikoordinasi oleh SpOG yang jumlahnya relatif tidak banyak. Mempersiapkan acara yang dihadiri oleh 1500an SpOG dan diikuti 500an peserta online. Jumlah yang banyak untuk acara PIT yang diselenggarakan di Indonesia timur, di kota yang bukan termasuk 5 kota terbesar di Indonesia," tambahnya.
Dia mengapresiasi panitia lokal POGI NTT, Pengurus Pusat POGI dengan ketua umum Prof. Yudi Mulyana Hidayat, ketua elect Prof. Budi Wiweko, sekjen Dr. dr. Surahman serta semua pengurus POGI cabang, Dewan Pembina dr. Ari Januarto cs dan Kolegium POGI Prof. Andon Hestiantoro cs yang mengkoordinasikan acara PIT dengan baik.
"Acara PIT dibuka oleh PJ Gubernur NTT, Ketua PP POGI, Ketua Kolegium POGI dan ketua dewan Pembina POGI. Diawali dengan orasi Prof. Herman Susanto, guru besar FK Unpad Bandung yang isi orasinya sangat luar biasa, ibarat bahasa gaul, isinya daging semua. Salut. Setelah orasi acara berlanjut dengan pelantikan 236 Spesialis obsgyn baru dari seluruh Indonesia, dan lulusan subspesialis baru dari seluruh Indonesia, diantara 10 subspesialis onkologi ginekologi baru. Pada kesempatan ini, senter pendidikan dengan jumlah lulusan terbanyak adalah Unhas Makassar yang meluluskan 30 SpOG dalam 1 tahun ini dan disusul dengan Unand Padang yang meluluskan 28 SpOG. Unair tempat saya bekerja, meluluskan 15 SpOG dalam 1 tahun ini. Pada acara tersebut juga diberikan penghargaan lulusan terbaik dikenal dengan Tajuluddin award, pemenang pertama diraih oleh lulusan dari USU Medan. Selain itu juga diberikan penghargaan Svigos award dari Ranzcog Australia kepada peraih nilai terbaik selama 1 tahun terakhir, diraih oleh lulusan obsgyn FK UI Jakarta. Selamat, salut dan apresiasi," ujarnya.
Dia mengatakan, keseluruhan Acara PIT berlangsung rapi, registrasi hanya perlu proses 2 menit, sound system relatif bagus, audiovisual bagus, materi-materi seminar bagus dan dibawakan oleh pakar-pakar nasional dan Internasional. Acara POGI night yang merupakan acara santai, semacam malam keakraban berlangsung di kantor Gubernur NTT berlangsung meriah dan akrab, disuguhi makanan khas NTT, se'i sapi, jagung bose, tumis daun pepaya dan lain-lain.
Selama PIT berlangsung, tidak lupa dia menikmati kuliner khas Kupang dan melihat pantai-pantai yang indah di seputaran Kupang. Tidak lupa juga mampir ke pusat oleh-oleh di Kupang. Toko oleh-oleh ramai oleh peserta PIT yang mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang, mulai se'i, kacang, snack yang terbuat dari kelor dan lain-lain.
"Ibu-ibu pendamping juga happy, mereka melihat toko2 tenun khas NTT. Istri saya cerita, tenunnya bagus-bagus, bisa beli jadi berupa baju atau pilih kain, dijahitkan oleh mereka dan dikirim ke rumah bila sudah jadi. Nice service," kata dia.
"Tidak terasa saya telah 5 malam berada di Kupang. Saat nya kembali ke Surabaya. PIT yang dilaksanakan di Kupang sangat berkesan. Mulai keramahan orangnya, pelaksaannya, kulinernya dll. Saya baru menyadari, pertemuan ilmiah atau event besar yang diadakan di suatu daerah bisa menggerakkan ekonomi daerah tersebut. Resto-resto, toko oleh-oleh, penjahit seragam panitia, persewaan mobil, hotel, pengrajin tenun, airlines dan lain-lain happy semua. Saya harus ke airport untuk kembali ke syurabaya dengan Lion Air air direct flight. Sesampai di airport, saya terkesan dengan check in counter yang bagus, bersih dan rapi, demikian juga area gate. Jauh lebih bagus dari bayangan saya," ungkapnya.(uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Peserta-PIT-POGI-ke-XXVII-di-Kupang-DR-dr-Bramana-Askandar-SpOG-Subsp-Onk.jpg)