Selasa, 2 Juni 2026

Berita NTT

Hepatitis B Paling Banyak Diderita dari Jenis Hepatitis yang Lain

Virus hepatitis A dan E menular melalui kotoran penderita yang mencemari makanan akibat tidak menjaga kebersihan makanan.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-JONI
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Kupang, dr. Joseph Jappi, Sp.PD bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 25/07/2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penyakit hepatitis B menjadi yang paling banyak diderita baik di NTT maupun secara keseluruhan di Indonesia. 

Hal ini diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Kupang, dr. Joseph Jappi, Sp.PD., dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 25 Juli 2024. 

Menurut dr. Joseph, hepatitis sendiri secara umum merupakan keradangan pada organ hati yang penyebabnya bisa karena infeksi atau proses non infeksi misalnya efek samping obat atau penyakit-penyakit autoimun. 

"Jadi itu keradangan pada organ hati tapi penyebabnya itu banyak, memang yang paling sering yang kita kenali adalah hepatitis karena infeksi," kata dr. Joseph. 

Di NTT, lanjut dia, yang paling sering ditemukan adalah hepatitis B dan data terakhir menunjukkan 8 persen penduduk di Indonesia terkena hepatitis B. Dari semua penderita hampir sebagian besar tidak menyadari mereka terjangkit penyakit ini karena penyakit ini tidak selalu bergejala. 

"8 persen ini jumlah yang besar menurut saya karena berarti delapan dari seratus orang itu mengidap penyakit hepatitis B," ujarnya. 

"Gejalanya juga ringan pasien kadang hanya merasakan mual-mual, perutnya kembung, staminanya kurang, seperti merasa cepat lelah sampai gejala yang kelihatan jelas ini hepatitis seperti matanya kuning, badannya kuning, kencingnya coklat seperti teh. Gejalanya bervariasi tergantung kepada individu masing-masing. Pasien yang status imunnya rendah maka pasien tersebut lebih bergejala," jelas dr. Joseph.

Baca juga: RS Siloam Kupang NTT Sediakan Layanan Dokter Spesialis Saraf untuk Obati Nyeri Tanpa Operasi

Semua jenis virus ini bersifat menular tetapi dengan cara yang berbeda. Virus hepatitis A dan E menular melalui kotoran penderita yang mencemari makanan akibat tidak menjaga kebersihan makanan. Sementara hepatitis B dan C menular melalui darah, atau cairan-cairan tubuh seperti ludah, cairan vagina dan cairan sperma, juga melalui pemakaian alat-alat suntik atau benda tajam yang digunakan secara bersama-sama. 

Hepatitis A dan E bisa disembuhkan total dengan pengobatan tetapi hepatitis B tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, penderita Hepatitis B bisa mengatur pola hidup sehat dan melakukan pengobatan untuk mengontrol perkembangan virus di dalam tubuh agar tidak berkembang pesat dan merusak organ hati. 

RS Siloam Kupang sendiri sudah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk mengobati penderita hepatitis dan sejauh ini kata dr. Joseph, para pasien yang berobat juga selalu bersemangat melakukan pengobatan untuk tetap menunjang kehidupan mereka. 

"Untuk pengobatan dan diagnosis hepatitis B di RS Siloam Kupang sudah lengkap sekali untuk diagnosis kita bisa mengecek fungsi hatinya baik dari laboratorium, pengecekan enzim hati kemudian USG pada hati melihat struktur hatinya apakah masih baik atau tidak, kemudian mengecek kadar virusnya bisa juga kita lakukan di Siloam," tandasnya. (uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved