Berita Nasional

Unio Indonesia Gelar On Going Formation Tingkat Nasional di Yogyakarta

RD. Dr Jeff mengatakan, bahwa 56 peserta OGF yang hadir berasal dari 30 keuskupan dan 7 keuskupan berhalangan hadir.

|
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Para imam yang menjadi peserta Kegiatan On Going Formation yang diselenggarakan UNIO Indonesia di Yogyakarta pada 22-26 Juli 2024. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 56 imam diosesan dengan usia imamat 0-10 tahun utusan keuskupan-keuskupan se Indonesia mengikuti kegiatan On Going Formation di Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pada 22 hingga 26 Juli 2024.

Kegiatan On Going Formation yang diselenggarakan UNIO Indonesia, mengambil tema " Membangun Persaudaraan Imami Para Imam Diosesan. Be Better Priest ; Knowing Self and Others".

Kegiatan On Going Formation (OGF) Nasional merupakan program tetap yang diselenggarakan Unio Indonesia untuk mendapatkan penyegaran, pengayaan dan penegasan persaudaraan para Imam Diosesan se-Indonesia.

Baca juga: Romo Paschal dari Kepulauan Riau Bicara Masalah TPPO di Munas XIV Unio Indonesia di Ngada NTT

OGF Nasional dilaksanakan di Rumah Pembinaan Carolus Boromeus Syantikara Yogyakarta dengan menghadirkan Para Nara Sumber; RD. Paulus Erwin Samito, Ph. D. bersama Markus Mardius dan Bebet Darmawan; Trainer, fasilitator, coach-konselor.

Kegiatan OGF Nasional dibuka dengan Ekaristi Kudus yang dipimpin Ketua Unio Indonesia RD. Dr. Maxi Un Bria didampingi Pengurus UNINDO RD. Frans Kristi Adi Prasetya, RD. Martinus Emanuel Amo, RD.Dr Jef Woi Bule dan RD. Paulus Erwin Sasmito, Ph. D.

"On Going Formation Nasional yang digelar UNINDO menjadi momentum berahmat untuk meneguhkan persaudaraan imamat antar para imam diosesan, menegaskan spirit berjalan bersama, dalam gereja sinodal demi menghadirkan sukacita dalam pelayanan," demikian Ketua Unio Indonesia RD. Dr. Maxi Un Bria dalam sambutan pembukaan Kegiatan OGF Nasional.

RD. Maxi melanjutkan, "Di Kota Istimewa Yogyakarta kita gelar OGF Nasional, hadirkan imam -imam diosesan seIndonesia usia balita 0-10 tahun, semoga perjumpaan yang istimewa di kota istimewa ini hadirkan sukacita persaudaraan inklusif dan energi baru dalam melanjutkan semangat pelayanan berbajusirahkan kasih setia dan kerendahan hati dalam spirit gereja Sinodal".

Para romo peserta OGF Nasional mendapatkan pengayaan tentang pentingnya mengenal diri dan sesama serta kompetensi komunikasi lintas bidaya sebagai dasar dalam membangun diri menjadi imam yang baik yang mampu hadirkan sukacita dalam pelayanan dan pewartaan.

RD.Silvester Domogo, peserta dari Keuskupan Timika mengatakan, sangat bersyukur karena dinamika dan proses OGF yang partisipatif menghadirkan sukacita bersaudara, wawasan dan pengalaman baru.

Sementara Rm. Yusri Basri peserta OGF dari Keuskupan Ketapang mengatakan OGF Nasional imam-imam balita sangat bermakna dan memberi ruang kepada kami untuk terbuka dan belajar mendapatkan kebaikan dan wawasan baru dari para nara sumber dan teman-teman seimamat.

"Bersyukur sekali mendapat kesempatan untuk mengikuti OGF yang digelar Unio Indonesia. Luarbiasa sangat meneguhkan," ungkap RD. Aloysius Susilo, imam dari Keuskupan Sorong.

RD. Dr.Jeff Woi Bule dan RD. Eman Ano, Tim Pelaksana OGF Unio Indonesia mengakui sangat gembira melihat antusiasme dan partisipasi para peserta dalam mengikuti proses OGF nasional.

RD. Dr Jeff mengatakan, bahwa 56 peserta OGF yang hadir berasal dari 30 keuskupan dan 7 keuskupan berhalangan hadir.

Senentars RD. Eman Anno, yang juga adalah Vikep Sumbawa-NTB Keuskupan Denpasar memberi apresiasi kepada para romo yang mengikuti proses OGF dengan ceria dan gembira.

Ia berharap selain OGF tingkat nasional yang digelar Unio Indonesia, juga OGF di tingkat keuskupan dan regio dapat dilaksanakan sebagai wadah dalam meneguhkan persaudaraan para imam diosesan dan menegaskan Gereja Sinodal.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved