Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 17 Juli 2024, "Itulah yang Berkenan di HatiMu”
membuat kita layak di hadapan Allah. Karena hanya orang-orang yang kecil dan rendah hati itulah Allah menyatakan kehendakNya.
Oleh: Bruder Pio Hayon,SVD
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Rabu 17 Juli 2024, "Itulah yang Berkenan di HatiMu”
Hari Rabu Biasa Pekan XV
Bacaan I:Yes. 10:5-7.13-16
Injil: Matius11:25-27
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua.Setiap perbuatan atau tindakan kita akan diuji melalui dampak yang kelihatan sebagai hasil yang bisa kita lihat dan rasakan. Jika perbuatan atau tindakan kita berkenan maka orang yang melihat dan merasakan pun akan merasa baik dan senang atau bahagia. Itu artinya tindakan kita itu berkenan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024, "Agar Dunia Kembali Mengenal-Nya"
Jika tidak maka orang yang melihat atau merasakan itu juga tidak merasa baik atau bahagia. Untuk itu setiap tindakan atau perbuatan kita akan selalu dilakukan dengan baik agar berkenan kepada orang lain dan terlebih lagi untuk Tuhan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Kembali lagi di hari baru ini, kita merenungkan lagi bacaan-bacaan suci yang menemani permenungan kita. Diawali dengan kitab nabi Yesaya. Melalui nubuat nabi Yesaya, Tuhan mengecam bangsa Asyur yang dengan angkuhnya ingin melenyapkan bangsa-bangsa lain padahal hidup mereka sendiri jauh dari Allah. Tapi Allah menggunakan Asyuruntuk menjadi cambuk atas murkaNya.
Allah menggunakan Asyur untuk melawan dan menghancurkan bangsa-bangsa termasuk bangsa pilihanNya. Tujuan utama Allah adalah untuk menghancurkan orang yang sombong di hadapanNya: “Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orang yang tegap menjadi kurus kering dan segala kekayaannya akan dibakar habis dengan api yang menyala-nayala.”
Allah sangat membenci setiap orang yang sombong dan mengangkat orang yang rendah hati lebih tinggi dan membuat mereka berharga di hadapan manusia dan di hadapanNya. Itulah yang diajarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini.
Ini adalah doa Yesus yang mengucapkan syukur kepada Allah BapaNya untuk semua kasih karunia yang telah dianugerahkan Bapa kepadaNya untuk menyatakan kebenaran yang hakiki yaitu antara Bapa dan Anak adalah satu. Hanya Anak yang datang dari Bapalah yang mengenal Bapa dan tak seoraangpun yang mengenal Allah selain Anak.
Yesus memulai doaNya dengan ucapan syukur kepada Bapa: “Aku bersyukur kepadamu ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hatiMu.”
Doa Yesus ini memberikan gambaran akan satu doa yang lahir dari kerendahan hati dan dari hati yang tulus kepada Allah. Yesus menunjukkan tentang doa yang benar itu harus selalu dimulai dengan satu ucapan syukur yang mendalam kepada Allah dan dengan kerendahan hati menunjukkan kasih yang besar kepada Allah. Dalam doa, hanya kerendahan hatilah yang membuat kita layak di hadapan Allah. Karena hanya orang-orang yang kecil dan rendah hati itulah Allah menyatakan kehendakNya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.