Lewotobi Erupsi
Warga Flotim Khawatir Mata Air Tercemar Belerang Gunung Lewotobi Laki-laki
Warga di Lereng Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur yang hingga kini terdampak erupsi khawatir sumber mata air tercemar belerang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Warga di Lereng Gunung Lewotobi Laki-laki yang hingga kini terdampak erupsi khawatir sumber mata air tercemar belerang.
Belerang akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sering terbawa angin ke barat dan barat daya. Sumber mata air berada di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang yang juga wilayah terdampak.
"Kami tentu khawatir. Kan tidak menutup kemungkinan kita punya air sudah tercemar belerang. Termasuk bak penampung yang kita tidak tutup rapat," ujar Efrem Ladjar kepada wartawan, Selasa, 16 Juli 2024.
Senada juga diungkapkan Sr. Wilhelmina Kato, SSpS di Biara SSpS beberapa waktu yang lalu. Sang biarawati ini berharap pemerintah bisa mencarikan solusi sehingga kesehatan warga terjaga selama bencana.
Menurutnya, perlu dilakukan uji lab terhadap mata air yang dimanfaatkan ribuan warga di Desa Hokeng Jaya, Klatanlo, Dulipali, dan sekitarnya itu.
"Kalau mau bilang (air) aman-aman saja, lalu mana buktinya? Harus ada hasil lab bahwa air kita tidak terkontaminasi dengan abu vulkanik," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten melalui BPBD Flores Timur beberapa hari ini mendistribusikan air kemasan bagi warga terdampak erupsi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Manggota Hallan, mengatakan ada 6.000 dos bantuan air dari Pemerintah Pusat disalirkan ke desa terdampak.
Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi Disertai Gemuruh Kuat, Warga Teriak "Ada Kami di Sini"
"Iya, bantuan air kami salurkan ke desa-desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura," katanya.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, selama 14 jam terakhir tercatat meletus satu kali. Letusan pada Selasa, 26 Juli 2024 pukul 08.41 Wita.
Hingga pukul 14.00 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga) ini masih tak memuntahkan material vulkanik, berbeda dengan aktivitasnya selama sebulan ini.
Seringkali gunung di bagian tenggara Pulau Flores ini mengalami letusan sebanyak tiga sampai enam kali sehari. Abu melanda desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.