Sabtu, 16 Mei 2026

Berita NTT

Museum 1000 Moko Alor Miliki Nekara dari Vietnam

perhatian adalah nekara besar yang terletak ditengah museum. Nekara tersebut diketahui berasal dari Dongson,Vietnam.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Nekara Dongson, Vietnam di Museum 1.000 Moko Alor 

Selain itu, nekara Dongson memiliki simbol yang berbeda dengan nekara-nekara yang ada di Kabupaten Alor. Simbol tersebut yakni 4 buah pahatan katak, yang ada di sisi-sisi nekara dan simbol matahari di tengah nekara. Nekara Dongson disinyalir sebagai alat dalam ritual pemanggil hujan.

Moko atau nekara Alor secara tradisi adat difungsikan sebagai mas kawin, status sosial, dan alat musik di Kabupaten Alor 

“Moko fungsinya adalah mas kawin orang Alor. Selain sebagai mas kawin, juga sebagai alat musik dan ditabur bersama gong dan gendang untuk menari lego-lego, dan lain sebagainya. Zaman dulu dipakai juga untuk menentukan status sosial orang-orang,” ungkap Rasit.

Hal yang membedakan antar suku atau daerah dari moko tersebut adalah ukiran dan tempat pembuatannya.

“Kalau moko yang ukuran kecil diperkirakan dibuat di wilayah Thailand, karena pentingnya penggunaan nekara pada zaman itu sehingga bangsa cina pada zaman dulu membuat nekara ini. Kemudian ada sistem perdagangan masuk ke Alor,” jelasnya.

“Dulu moko sering dibawa ke luar Alor untuk diperdagangkan. Karena itu, pemerintah berinisiatif membuat museum 1.000 moko ini untuk mengumpulkan kembali warisan budaya dan benda bersejarah yang ada di Alor. Setelah museum ini didirikan, pemerintah juga membuat regulasi setiap ada yang mengeluarkan moko dari Alor, harus ambil izin di instansi terkait contohnya Dinas Kebudayaan,” pungkasnya

Flori salah satu wisatawan yang pernah mengunjungi museum 1.000 moko mengatakan koleksi di museum tersebut membantu masyarakat Alor mengenal kebudayaannya.

“Koleksi di museum cukup lengkap, saat kami berwisata ke Alor salah satu rutenya yang wajib dikunjungi adalah museum Alor. Letaknya strategis dan biaya masuknya terjangkau. Selain itu, kurator menjelaskan kepada kami dengan sangat baik sehingga kami yang bukan masyarakat Alor memiliki gambaran Kabupaten Alor di masa dulu,” ujarnya Minggu, 14 Juli 2024.

Flori berharap, tidak hanya nekara yang diteliti tetapi juga koleksi lainnya yang ada di museum itu bisa dijadikan penelitian sehingga bisa dijelaskan dengan lengkap warisan budaya yang ada. (else nago).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved