Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Ende

Syuradikara Ende, Sekolah Multikultur di NTT

Apalagi jika dicermati bahwa awal tahun 1950-an pertumbuhan  dan perkembangan persekolahan di Flores sangat menggembirakan. 

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara Ende di Jalan Wirajaya, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Ketiadaan SMA di Flores memacu semangat misionaris SVD untuk memulai. Bersama Kuasa Usaha pengurus Persekolahan Katolik.

Pimpinan regional SVD Flores mengambil langkah-langkah penting. Mgr. A. Thijssen bersurat sekaligus mengundang Kepala Bagian Pengajaran Kantor Misi Pusat (KWI sekarang), Pater B. Schouten SJ agar datang ke Ende. 

Ada dua kemungkinan penting yang dibahas dalam pertemuan itu yakni kemungkinan pertama, memohon Pemerintah untuk membuka sebuah SMA Negeri di Flores. Pater B. Schouten SJ yang diminta untuk menjajaki kemungkinan itu.

Dan kemungkinan kedua, regional SVD akan berusaha mengerahkan segala kemampuannya untuk membuka sebuah SMA Katolik di Ende Flores.

Pada tanggal 6 Januari 1953, P. Schouten SJ menulis surat kepada Mgr. A. Thijssen yang isinya menjelaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan belum bermaksud serta belum bisa membuka SMA Negeri di Flores. Hal ini dapat dimaklumi karena RI Indonesia baru berusia 8 tahun. 

Satu SMAN untuk satu provinsi masih dianggap cukup. Anggaran pembangunan tersebar untuk berbagai sektor.

Siswa-siswi yang berminat melanjutkan pendidikan ke SMA diarahkan untuk bersekolah di Kupang atau SMA lainnya di Jawa.

SVD sangat memahami hal ini sejak awal dengan mempersiapkan dua kemungkinan. 

Segenap komponen masyarakat diharapkan bahu membahu untuk membangun dan menatap masa depan yang lebih baik.

Ketiadaan dana dari Pemerintah bukan berarti perjalanan sudah berakhir. Langkah kongkrit ditempuh melalui berbagai persiapan untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan pendidikan anak – anak pada wilayah pengabdian SVD. 

Sampai tanggal 24 Januari 1953 P. Regional E. Kuhne dan Kuasa Usaha Pengurus Persekolahan Katolik di Flores, P. Fransiskus Cornelissen mengeluarkan sebuah surat maklumat tentang akan didirikannya sebuah SMA Katolik di Ende.

Maklumat yang dikeluarkan mendapat reaksi luas di kalangan masyarakat Flores dan Ende khususnya. 
Gaung akan berdirinya SMAK Syuradikara membuat Kota Ende menjadi lebih hidup.

Maklumat itu berisi adanya sebuah sekolah SMA Katolik di Ende demi kepentingan pendidikan di wilayah Flores secara umum.

Maka Serikat Sabda Allah (SVD) mendirikan sebuah SMA di Kota Ende yang diresmikan pada tanggal 01 September 1953 dengan nama ‘‘SMAK SYURADIKARA’’yang berarti ‘‘PENCIPTA PAHLAWAN UTAMA’’, dalam bahasa Sanskrit.

Pater Yohanes Ebben, SVD adalah Kepala SMA Katolik yang pertama. Sejak awal berdirinya SMAK Syuradikara sudah hadir sebagai simbol prestasi akademik.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved