Senin, 11 Mei 2026

Donald Trump Ditembak

Jokowi Sedih Donald Trump Ditembak

Jokowi mengaku terkejut atas kejadian penembakan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
KOLASE POS-KUPANG.COM
Presiden Jokowi pihatin atas penembakan Calon presiden Amerika Serikat Donald Trump saat kampanye di Kota Butler, Negara Bagian Pennsylvania, Sabtu 13 Juli 2024. 

"Sungguh mengejutkan bahwa pria bersenjata melepaskan beberapa tembakan tanpa pihak berwenang menyadari posisinya," kata dia.

Hal itu disoroti oleh sejumlah pihak, termasuk media. Seorang reporter mempertanyakan terkait keberadaan pelaku penembakan itu,

"Sepertinya penegak hukum hanya mengetahui (pria bersenjata berada di atap) ketika ada tembakan. Itukah yang kamu dengar?" tanya reporter dalam konferensi pers.

"Itulah penilaiannya saat ini," jawab Rojek.

Warga Negara Indonesia(WNI) di Amerika Serikat(AS) juga kaget ada peristiwa penembakan yang menimpa Donald Trump saat berkampanye jelang pemilihan presiden di Pennsylvania.

"Ya ampun baru tahu malah. Ini soalnya November mau election ya," kata Jenny WNI yang tinggal di Philadelphia, AS.

Jenny memastikan katanya kondisi di Philadelphia aman terkendali meski ada insiden penembakan terhadap Donald Trump."Tenang-tenang saja disini. Ini saja baru tahu setelah kamu share beritanya," kata Jenny.

Baca juga: Penembak Donald Trump Pemuda Berusia 20 Tahun, Dia Sembunyi di Atap Pabrik Manufaktur

Dengan tidak bermaksud mendiskreditkan pihak manapun apalagi salah satu calon Presiden jelang pemilu di AS Jenny kemudian sedikit bercerita mengenai kondisi di negeri Paman Sam selama Joe Biden berkuasa.

Kata Jenny, WNI yang hidup di Philadelphia sebagian besar mendukung dan memilih Joe Biden saat pilpres di AS tahun 2020 lalu. Kebanyakan WNI di Philadelphia yang mendukung dan memilih Joe Biden memiliki alasan karena ingin hidup aman dan tenang.

Berbeda kalau Donald Trump yang memimpin. Jenny menyebut para WNI takut apabila suatu saat dideportasi karena membuat ulah walau hanya sedikit saja.

"Karena mereka takut kalau Trump naik kan yang gelap bisa dideportasi. Kebanyakan mereka(WNI) semua hampir lah yaa 80 persen Biden. Tapi walau Trump pernah jadi Presiden tapi buktinya WNI aman-aman saja di sini," kata Jenny.

Jenny yang mengaku sudah tinggal di AS sejak tahun 2012 silam ini juga mengatakan WNI memilih mendukung Joe Biden lantatan mereka ingin hidup bebas di AS.

"WNI banyak yang mendukung Biden karena mereka ingin hidup free di sini," kata dia. (tribun network/cnn/reuters/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved