Berita Belu
Imigrasi Atambua Fasilitasi Peserta Lomba Lari Historic Cross-Border Run Indonesia-Timor Leste
Lomba lari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan seminar bisnis dan gebyar pentas budaya persahabatan.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua ikut mendukung dan memfasilitasi acara Lomba Lari Historic Cross-Border Run Indonesia-Timor Leste tahun 2024, yang dilaksanakan (06/072024) lalu.
Lomba lari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan seminar bisnis dan gebyar pentas budaya persahabatan.
Kegiatan ini diadakan oleh Kantor Penghubung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oecusse, Timor Leste.
Delapan orang pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua dan tujuh orang Taruna Politeknik Imigrasi yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Latjapura, turut serta berpartisipasi dalam lomba lari jarak jauh yang mempunyai rute lari sepanjang 12 kilometer ini.
Dukungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua dalam bentuk keikutsertaan sebagai panitia lomba dan turut serta memfasilitasi peserta lomba dan tamu VVIP yang berasal dari Indonesia.
Reza Riansyah Abdullah, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, menyampaikan bahwa fasilitas yang diberikan berupa bantuan kemudahan penerbitan Dokumen Perjalanan kepada para peserta dan panitia yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur.
"Para peserta tersebut diantaranya masyarakat umum dan komunitas pelari di NTT, 27 orang atlet lari binaan pemerintah daerah NTT, dan 164 orang cadet siswa Politeknik Mboi Universitas Pertahanan (Unhan Belu)," ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima Pos Kupang, Selasa 9 Juli 2024.
Sementara dukungan kepada panitia diberikan kepada para pegiat ekonomi dan UMKM NTT yang berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara, termasuk 54 siswa dan guru SMK Santa Genoveva Malaka yang tampil dalam malam gebyar budaya persahabatan.
"Dukungan fasilitas keimigrasian juga diberikan melalui penerbitan Pas Lintas Batas (PLB) kepada 15 orang pemuda lokal, 13 orang tenaga kesehatan, 66 orang satgas perbatasan dan 5 orang aparat keamanan yang berdomisili dan bekerja di wilayah desa Wini dan sekitarnya, yang merupakan desa-desa perbatasan dengan oecusse sebagai wilayah enclave Timor Leste," bebernya.
Kata dia, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua juga aktif melakukan koordinasi kepanitiaan secara intensif bersama Kantor Penghubung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oecusse dan para pemangku kepentingan terkait di kedua sisi perbatasan Wini (Indonesia) dan Sakato (Timor Leste) sejak awal Juni.
"Kebijakan keimigrasian diperlukan, mengingat peserta Lomba Lari Historic Cross-Border Run Indonesia-Timor Leste ini melintasi batas kedua negara dengan garis start dimulai dari pintu masuk gerbang Pos Lintas Batas Negara Wini di sisi Indonesia dan berakhir di garis finish di Pelabuhan Mahata Oecusse di sisi Timor Leste," tambahnya.
"Sebanyak 26 orang petugas imigrasi telah siaga sejak pukul 04.00 WITA untuk bertugas di gerbang masuk PLBN, gedung utama PLBN dan gerbang keluar PLBN sebagai tiga titik utama PLBN Wini selama penyelenggaraan lomba lari lintas batas negara ini," lanjutnya.
Menurutnya, kegiatan Lomba Lari Historic Cross-Border Run Indonesia-Timor Leste Tahun 2024 merupakan sejarah penting untuk merayakan persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste selama ini.
"Karena itu, dukungan kebijakan dan fasilitas keimigrasian perlu kami berikan mengingat kegiatan lomba ini diselenggarakan dengan para pelari akan melintasi batas-batas wilayah antar kedua negara sambil mengeksplorasi trek lari di sepanjang garis pantai dan berbukit wilayah Wini dan Oecusse yang sungguh cantik dan menakjubkan," ucapnya.
Baca juga: Ditjen Imigrasi dan Jamintel Perkuat Kerjasama Intelijen untuk Penegakan Hukum