Bantuan Kemanusiaan

Bantuan Kemanusiaan RI untuk Papua Nugini Tiba di Port Moresby

Bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk korban longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini telah tiba di Port Moresby, Selasa 9 Juli 2024 pagi.

Editor: Agustinus Sape
HUMAS BNPB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (dua kiri) disambut Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko (dua kanan) dan Menteri Pertahanan selaku Menteri Koordinator Bidang Kebencanaan Papua Nugini Dr. Billy Joseph, PhD (kanan) serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Andriana Supandi (kiri) saat tiba di Bandara Jacksons, Port Moresby, Papua Nugini, Selasa (9/7). Kehadiran Kepala BNPB dan delegasi Republik Indonesia di Papua Nugini adalah untuk mengantarkan langsung bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Provinsi Enga. 

Hal itu menjadi komitmen Pemerintah Indonesia yang menjunjung tinggi asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi sekaligus menciptakan keamanan dan perdamaian dunia, sebagaimana yang disebutkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

“Kami akan terus mendukung upaya untuk mewujudkan penanggulangan bencana lebih baik di Asia-Pasifik, prestasi dan kekuatan kita terbentuk atas kolaborasi maju bersama dan tidak meninggalkan seorangpun,” tegasnya.

“Hal yang selalu menjadi prinsip utama penanggulangan bencana, Solus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tutup Suharyanto.

Apresiasi Pemerintah Papua Nugini

Menteri Pertahanan Papua Nugini Dr. Billy Joseph, PhD., menyambut baik kehadiran Kepala BNPB dan para delegasi Indonesia yang membawa langsung bantuan kemanusiaan bagi warga Papua Nugini. Menurutnya, hal ini menjadi bukti kekuatan hubungan Indonesia dan Papua Nugini yang dinilai sangat kuat.

“Bantuan ini menunjukan kekuatan dan nilai-nilai yang dijalin antara Indonesia dan Papua Nugini. Tidak diragukan lagi, bantuan yang diberikan memberikan harapan bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan bangkit lebih baik lagi,” tutur Billy.

Dr. Billy Joseph, PhD (tengah, jas biru)
Menteri Pertahanan selaku Menteri Koordinator Bidang Kebencanaan Papua Nugini Dr. Billy Joseph, PhD (tengah, jas biru) menyampaikan pidato sambutan diplomatik kepada rombongan delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Kepala BNPB di ruang VIP Bandara Internasional Jacksons, Port Moresby, Papua Nugini, Selasa (9/7/2024).

Dirinya berharap bantuan yang diberikan Pemerintah Indonesia dapat membawa perubahan signifikan untuk penanganan bencana di daerah terdampak.

“Tentunya bantuan yang diberikan akan membawa dampak signifikan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” tutupnya.

Sekilas Tentang Bencana Tanah Longsor di Provinsi Enga

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Yambali dan Desa Kaokalam di Provinsi Enga pada akhir Mei 2024 terjadi setelah sebelumnya wilayah itu dilanda cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas curah hujan tinggi selama beberapa hari.

Menurut otoritas badan penanggulangan bencana Papua Nugini, petaka itu telah menimbun lebih dari 150 rumah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa korban hilang mencapai 670 jiwa meski sebenarnya menurut dugaan masih ada ribuan warga lainnya yang terjebak material longsoran.

Baca juga: Tanah Longsor di Papua Nugini, Lebih dari 2.000 Orang Terkubur Hidup-hidup

Daerah yang terdampak bencana itu berada di dataran tinggi di Enga atau bagian utara Papua Nugini dan dekat dengan wilayah Indonesia. Jika ditarik garis lurus, Provinsi Enga berjarak kurang lebih 600 kilometer dari Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby.

Bencana paling parah dalam satu dekade terakhir di Papua Nugini itu telah berdampak pada 70.000 warga dan sedikitnya 1.250 warga terpaksa harus mengungsi.

Masyarakat sedang menggali di lokasi longsor di Desa Yambali, Papua Nugini.
Masyarakat sedang menggali di lokasi longsor di Desa Yambali, Papua Nugini. (AFP)

Upaya penyelamatan dan penanganan darurat juga memiliki kendala tersendiri karena akses menuju Enga hanya terdapat satu jalur saja. Di samping itu, kondisi tanah yang masih labil ditambah tingginya intensitas curah hujan menjadi tantangan tim penyelamat gabungan.

Demikian siaran pers BNPB yang dibagikan Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved