Berita Sumba Timur
57 Kades di Sumba Timur Dapat Pelatihan Tingkatkan Kualitas Perencanaan Ekonomi Desa
Kami berharap pasca pelatihan ini, Perencanaan Pembangunan Desa berbasis Partisipasi Masyararakat dengan mengalokasikan minimal 30 persen
Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sebanyak 57 Desa di Sumba Timur mendapatkan pelatihan Peningkatan Kualitas Perencanaan Ekonomi Desa Tahap II Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu).
Program TEKAD dilaksanakan atas kerjasama International Fund For Agricultural Development (IFAD) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang berlangsung selama empat hari di Hotel Cendana, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Kepada POS-KUPANG.COM, Senin 8 Juli 2024, Panitia Penyelenggara Pelatihan Program TEKAD, Larasati menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan peningmatan perencanaan desa terpadu melibatkan 57 kepala desa, 57 kader desa, 15 operator desa, Pimpinan Badan Permusyawartan Desa, dan 15 Dess Locus Project Sistem Informasi Desa (SID).
Larasati menambahkan, selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan enam materi penting antara lain Pengantar Program TEKAD, Gesi, PPMD, Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kewirausahaan, dan Kelas SID termasuk Musyawarah Perubahan Sosial atau MuPeSo.
Baca juga: Sukses Kelola Program Indonesia Pintar, Sumba Timur Raih Penghargaan Merdeka Belajar
Pelatihan diberikan oleh pemateri dari United Nations Development Program dan Perkumpulan Insiatif.
Tujuan program ini adalah agar setiap rumah tangga di kampung memperoleh pendapatan yang stabil dan memadai dari pengembangan produksi berbasis komoditas pada masing-masing kampung, sehingga dapat meningkatkan perekonomian, melalui mata pencaharian yang berkelanjutan dan memperoleh keuntungan melalui penguatan tata kelola di tingkat Kampung dan Kabupaten melalui dukungan dari Kemendes PDTT.
"Kami berharap pasca pelatihan ini, Perencanaan Pembangunan Desa berbasis Partisipasi Masyararakat dengan mengalokasikan minimal 30 persen dana desa untuk pengembangan ekonomi berbasis potensi desa bersangkutan," ujarnya.
Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu mengapresiasi program pelatihan tersebut yang sangat membantu desa dalam merencanakan program pembangunan di desa yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan ekonomi desa.
"Kami sangat mendukung penuh, dan harapannya ada melalui perencanaan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (zee)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.