Kamis, 9 April 2026

Berita Sabu Raijua

Kelangkaan BBM Diduga Adanya Spekulan di Sabu Raijua

Kabupaten Sabu Raijua terkenal dengan sebutan Pulau Sejuta Lontar. Mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani.

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Sejumlah petani ikut antre di SPBU Roboaba, Sabu Raijua beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema.

POS-KUPANG.COM, SEBA - Kabupaten Sabu Raijua Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir setiap tahun terus terjadi. Apalagi memasuki musim kemarau.

Kabupaten Sabu Raijua terkenal dengan sebutan Pulau Sejuta Lontar. Mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani.

Salah satu mata pencaharian utama orang Sabu Raijua sejak nenek moyang adalah sadap lontar untuk dijadikan makanan utama orang Sabu yaitu gula Sabu atau gula air.

Seiring berjalannya waktu, mata pencaharian menyadap lontar ini lambat laut berkurang. Kini, masyarakat Sabu Raijua bertani sawah, garam dan rumput laut.

Kondisi geografis Pulau Sabu dengan kondisi tanah berongga tidak memungkinkan pulau Sabu menyimpan banyak cadangan air tanah. Bahkan pepohonan di Sabu Raijua sangat jarang.

Kering. Itulah gambaran Sabu Raijua sejak dulu. Kadar air yang sedikit dengan kualitas air bersih hanya 50 persen tentu membayangkan kondisi ini sangat sulit.

Sumber mata air di Sabu Raijua pun sangat minim, banyak ditemukan sumur, area penangkap air untuk mengairi sawah dan juga memenuhi kebutuhan MCK serta kebutuhan ternak mereka.

Untuk menjalankan pertanian, masyarakat Sabu Raijua harus menggunakan pompa air yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Harga BBM eceran yang dijual di pinggir jalan di pulau Sabu dibanderol dengan harga Rp20 ribu sampai dengan Rp35 ribu per botol kemasan air mineral 1,5 liter. Bahkan Pertalite dijual bebas di Sabu yang harganya sudah disubsidi pemerintah menjadi Rp10 ribu per liter.

Sudah tak menjadi rahasia umum, banyak masyarakat Sabu Raijua khususnya di Pulau Sabu beralih menjadi penjual BBM. Mereka rela setiap hari mengantre di sejumlah SPBU yang ada di Pulau salah satunya di SPBU Roboaba, Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

POS-KUPANG.COM secara acak menemui sejumlah pengantre di salah satu SPBU di Pulau sabu, Ia mengatakan dirinya mengantre beli BBM untuk dijual kembali di desanya. Setiap hari dirinya mengantre di SPBU dengan menggunakan sepeda motor kemudian BBM ini dijual kembali.

Baca juga: Nikodemus Rihi Heke Siap Bertarung pada Pilkada Sabu Raijua

Setiap hari hampir ratusan kendaraan roda dua dan roda empat antre memanjang di SPBU Roboaba. Bahkan pengantre sabar menunggu hingga sore hari sampai kuota BBM untuk satu hari terpenuhi.

"Jangan tap dekat-dekat sini, tap jauh sedikit dari sini biar tidak ketahuan,"ungkapnya.

POS-KUPANG.COM mendapati seorang pengantre menenteng selang putih bening kekuningan dan corong setelah menyedot BBM dari tangki kendaraan. Terlihat sekitar dua botol kemasan air mineral 1,5 liter berisi BBM dimasukkannya dalam tas ransel ditutupi pakaian. Dikancingkannya tas itu tak lupa menyimpan selang di saku tas kemudian beranjak pergi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved