Serangan Siber

Mensos: Tidak Ada Gangguan Data Kesejahteraan Sosial Setelah Serangan Siber

Belum ada gangguan layanan penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pasca serangan siber terhadap pusat data nasional (PDN) yang terjadi

|
Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/HO
Kementerian Sosial (Kemensos) Ri yang diwakili oleh Sentra Efata Kupang dan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam sudah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi. 

POS-KUPANG.COM, POLEWALI MANDAR - Belum ada gangguan layanan penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pasca serangan siber terhadap pusat data nasional (PDN) yang terjadi belakangan ini, kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat dikonfirmasi, Selasa.

“Data kami aman. Hingga saat ini, kami bisa melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya usai pencairan bantuan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kementeriannya juga akan mengikuti instruksi lebih lanjut mengenai pencadangan data untuk menghindari gangguan siber yang dapat berdampak pada masyarakat atau keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan data terkini Kemensos, pada Mei 2024, total orang yang terdaftar dalam DTKS sebanyak 140.054.921 orang. Angka tersebut menggabungkan data awal DTKS sebanyak 118.681.953 orang dan data usulan baru sebanyak 21.372.968 orang.

"Masalah kecil saja (di sistem) bisa kita deteksi. Data ini digunakan untuk melayani masyarakat yang tidak beruntung. Meski tidak ada orang yang sempurna, tapi kita bisa pastikan data di kementerian aman," kata Rismaharini.

Baca juga: Terdakwa Korupsi Bansos Beras Kemensos Dihukum Ganti Rugi HIngga Rp 127 Miliar

Pada tanggal 20 Juni 2024, beberapa layanan publik nasional mengalami gangguan akibat terganggunya Pusat Data Sementara Nasional (PDNS) 2. Salah satu layanan yang terkena dampak serius adalah sistem Autogate Direktorat Jenderal Imigrasi yang mengganggu mobilitas masyarakat.

Server PDNS 2 mengalami serangan siber berupa ransomware bernama Brain Cipher, varian baru dari ransomware Lockbit 3.0.

Hingga 25 Juni, setidaknya ada 282 instansi yang terkena dampak peristiwa PDNS 2. Pemerintah segera melakukan upaya memulihkan layanan publik yang terkena dampak dan melakukan penyelidikan menggunakan forensik digital.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto menegaskan layanan PDNS 2 akan pulih sepenuhnya pada akhir Juli.

(antaranews.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved