Selasa, 14 April 2026

Berita Ende

Kelangkaan BBM di Ende Selama Dua Minggu Akibat Cuaca Buruk

Akibatnya, puluhan kendaraan besar jenis truk terpaksa mengantri di SPBU sejak pagi hingga sore hari guna menunggu giliran mengisi BBM jenis solar.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Antrean puluhan truk sempat membuat arus lalu lintas mengalami macet di depan SPBU Wirajaya di Jalan Prof Dr WZ Johanes, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Jumat, 21 Juni 2024 siang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami kelangkaan selama dua minggu belakangan. 

Akibatnya, puluhan kendaraan besar jenis truk terpaksa mengantre di SPBU sejak pagi hingga sore hari guna menunggu giliran mengisi BBM jenis solar.

Pantauan POS-KUPANG.COM di SPBU Wirajaya di Jalan Prof Dr WZ Johanes, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Jumat, 21 Juni 2024 siang, antrean puluhan truk sempat membuat arus lalu lintas di ruas jalan itu mengalami macet.  

Sekira 30 menit kemudian barulah beberapa anggota Sat Lantas Polres Ende turun ke lokasi guna mengurai kemacetan dan mengatur arus lalu lintas di ruas jalan itu.

Informasi yang diperoleh dari pihak SPBU Wirajaya, kuota BBM jenis solar yang dipasok dari Depo Pertamina hanya 8 ton perhari dan terjadi sudah dua minggu belakangan.

Sementara itu, Adityawarman Sigit Pambudi, Sales Branch Manager Rayon III NTT yang dikonfirmasi TribunFlores.com via WhatsApp mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar di Ende akibat gelombang tinggi sehingga kapal mengalami kesulitan sandar di pelabuhan.

Selain itu, beberapa unit kendaraan pemasok BBM juga mengalami kerusakan dan sedang dalam perawatan.

"Kita mobil ada yang rusak dan sekarang lagi perbaikan dan juga karena sekarang bulan Mei-Juni kan ombak tinggi jadi kapal pasokan kita ini agak terhambat, susah sandar, kalau stok aman, sekarang juga sudah mulai normalisasi penyaluran, kemarin sempat panjang lagi antrian karena baru abis libur," jelas Adityawarman.

Kondisi itu, kata dia kemungkinan terjadi se daratan Flores karena terdampak dari suplai point yakni akibat gelombang tinggi sehingga kapal mengalami kesulitan sandar di pelabuhan.

Baca juga: Pemkab Ende Bakal Bentuk Tim Gabungan Lakukan Pengecekan Peredaran Rokok Ilegal 

Terkait pasokan BBM jenis solar di SPBU yang hanya 8 ton per hari, Adityawarman mengatakan hal itu tergantung kemampuan terutama apabila terjadi kendala namun pihaknya memastikan semua SPBU di Flores tidak terjadi kekosongan BBM.

"Sekarang lagi normalisasi kalau memang diperhatikan di lapangan antrian di lapangan dari kemarin-kemarin sudah jauh berbeda," tutup Adityawarman. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved