Minggu, 26 April 2026

Undana

Undana Kupang Gelar Kuliah Umum Keterampilan Mengajar PJOK Efektif

Guru Besar Bidang Pedagogi Pendidikan Jasmani Universitas Negara Yogyakarta, Prof. Caly Setiawan mengatakan pembelajaran yang efektif dalam PJOK

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kuliah umum keterampilan mengajar PJOK yang efektif. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kuliah umum keterampilan mengajar PJOK yang efektif. 

Kuliah umum itu diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana Kupang dengan tema "Keterampilan Mengajar PJOK Yang Efektif", di aula Microteacing Undana B Walikota, Kota Kupang, Sabtu 8 Juni 2024.

Guru Besar Bidang Pedagogi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Caly Setiawan mengatakan pembelajaran yang efektif dalam PJOK itu penting tetapi bukan segalanya.

Sebab, menurut dia, dalam kurikulum Merdeka Belajar ditekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bukan berpusat pada guru. 

Prof. Caly, juga menyoroti tentang keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim tentang  penghapusan mata pelajaran penjas di semua sekolah secara nasional. 

"Pentingnya pelajaran PJOK di sekolah  menunjukkan bahwa kita tidak memiliki cukup alasan yang kuat kenapa PJOK ada dalam kurikulum. Perlu kita klaim bahwa PJOK itu penting dalam kurikulum karena hakikat dan tujuan PJOK adalah pembelajaran bagi peserta didik," kata dia 

Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran untuk menjadi bugar. Hal itu melatari mata pelajaran PJOK itu penting. Terdapat kurikulum yang sama dengan pelajaran lain. Sehingga, PJOK  adalah pembelajaran bagi peserta didik untuk aktif agar belajar secara jasmani dan aktif secara fisik. 

Pengajaran yang efektif  dalam pembelajaran PJOK  sebenarnya cukup mudah. Dalam kurikulum pendidikan ditegaskan bahwa pembelajaran PJOK yang efektif harus berorientasi pada tujuan di mana instruksi pengajarannya dibantu oleh rencana jangka panjang untuk capaian siswa atau kurikulum. 

Oleh karena itu, capaian pembelajaran tidak lagi berorientasi pada konten atau materi dalam kurikulum tetapi siswa bisa mencapai capaian pembelajaran tidak sama dengan kurikulum K13. 

"Sekarang harus menggunakan Kriteria Ketercapaian Minimum (KKM) artinya  harus mencapai atau menguasai materi dalam waktu tertentu," ujarnya. 

Menurut dia, capaian pembelajaran akan menjadi panduan materi tetapi tidak spesifik. Karena peserta didik memiliki keragaman kultur gerak yang berbeda-beda sehingga dalam kurikulum merdeka  tidak menyebut spesifik olahraganya tapi menyebutkan situasi gerak anak. 

Aspek ini mendorong capaian belajar bukan konten yang harus dikuasai. Guru, kata dia, mendidik anak menjadi bugar bukan membugarkan anak. Sisi lain, guru harus memastikan setiap proses pengajaran  dirancang untuk mencapai  tujuan dan  sasaran pendidikan secara umum sedangkan secara khusus tipe pengajaran PJOK yang efektif jika mencapai tujuan pembelajaran. 

"Tujuan pembelajaran diturunkan dari capaian pembelajaran, jadi kalau kita bisa mencapai tujuan pembelajaran maka  pelajaran kita menjadi efektif," ujarnya.

Baca juga: Cegah Stunting, Prodi Farmasi Program Sarjana FKKH Undana Sosialisasi Pengolahan Produk Pangan Lokal

Terdapat tiga variabel untuk menentukan pembelajaran PJOK menjadi efektif yakni mengembangkan konten, menyampaikan umpan balik dan memberikan waktu akademik. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved