Undana
Cegah Stunting, Prodi Farmasi Program Sarjana FKKH Undana Sosialisasi Pengolahan Produk Pangan Lokal
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut, para peserta lebih aware, agar generasi selanjutnya tidak stunting.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Mendukung program pemerintah dalam mencegah stunting, Program Studi (Prodi) Farmasi Program Sarjana Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan sosialisasi terkait pengolahan produk pangan lokal.
Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 8 Juni 2024, Koordinator Program Studi Farmasi Program Sarjana FKKH Undana sekaligus sebagai ketua Tim kegiatan, Dr. Magdarita Riwu, S.Farm., M.Farm., Apt mengatakan, Stunting menjadi penting untuk ditangani karena menyangkut kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, dia bersama timnya melakukan sosialisasi sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dikatakan Magdarita, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Tim Dosen Prodi Farmasi FKKH Undana tersebut mengusung tema Pengolahan Produk Pangan Lokal untuk Meningkatkan Pertumbuhan Optimal Pada Masa Growth Spurth dan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil dan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak,” kata Magdarita.
Magdarita menyebut, timnya memilih SMA Negeri Kualin, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS sebagai tempat terlaksananya kegiatan sosialisasi tersebut, karena dirasa memang tepat sasaran.
Apalagi, kata dia, Kabupaten TTS memiliki angka stunting yang tinggi. Kegiatan tersebut pun diikuti oleh Kader Posyandu, Ibu hamil dan siswa/i kelas 11 SMA Negeri Kualin yang telah dilaksanakan pada 23 sampai 24 Mei 2024 lalu dengan jumlah peserta 70 orang.
“Di sana kami melakukan sosialisasi penyampaian visi dan misi Prodi Farmasi, menyampaikan teori terkait stunting, demo pengolahan pangan lokal dengan berbasis bahan lokal, lalu setelah bahan-bahan berhasil diolah diberikan ke semua peserta untuk dicicipi,” ungkapnya.
Menurut dia, stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini pun berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Selain itu, stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit.
“Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Jadi, stunting menjadi penting untuk ditangani karena menyangkut kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Magdarita mengatakan, terkait dengan pengolahan produk lokal, dalam sosialisasi tersebut timnya membuat nuget yang terbuat dari telur, tepung panir dan kelor. Yang mana, cara pengolahannya diberitahukan kepada seluruh peserta dan nuget yang dihasilkan pun dicicipi oleh semua peserta.
“Kita perlu mengolah produk pangan lokal untuk menjadi lebih bervariasi tanpa menghilangkan kandungan dasarnya. Dalam pengolahannya pun kita harus perhatikan, seperti kelor itu tidak boleh dalam suhu yang terlalu panas,” ujarnya.
Baca juga: FKKH Undana Sosialisasi Tanggap Rabies pada Anak Sekolah Dasar
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut, para peserta lebih aware, agar generasi selanjutnya tidak stunting.
Sementara itu, Kepala Sekolan SMA Negeri Kualin Kabupaten TTS, Jabes Esa Nabuasa, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian kepada masyarakat dari Undana yang telah memilih sekolah SMA Negeri Kualin untuk melakukan kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk bapak, ibu dan para mahasiswa dari Undana khususnnya dari Prodi Farmasi yang berkenan memilih sekolah kami sebagai tempat berlangsungnya kegiatan ini. Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswi-siswi di Sekolah kami,” ucapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.