Berita Timor Tengah Selatan
Tingkatkan Pemahaman Iman, SMAN 1 SoE Gelar Kegiatan Pembinaan Rohani bagi Peserta Didik
Dirinya meminta para pelajar untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa memandang perbedaan.
Penulis: Adrianus Dini | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
POS-KUPANG.COM, SOE - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman iman peserta didik, SMA Negeri 1 SoE bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi peserta didik
Pembinaan iman yang berlangsung di Aula SMAN 1 SoE ini terkait moderasi beragama serta upaya pencegahan radikalisme dan penyebaran berita-berita Hoax, Sabtu, 8 Juni 2024.
Kepala Seksi Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan, James Umbu Tobu, S.Ag., mewakili Kepala Kantor Kemenag dalam arahannya ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, moderasi beragama penting dan perlu disosialisasikan bagi kaum muda dalam hal ini peserta didik.
"Hal ini agar mereka dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama di lingkungan sekolah karena tentunya peserta didik menganut agama yang berbeda dalam satuan pendidikan," tandasnya.
"Diharapkan kegiatan pembinaan iman ini memotivasi dan menginspirasi kaum muda dalam membangun persahabatan dan persaudaraan tanpa memandang golongan tertentu," tambahnya.
Sementara, Kepala SMA Negeri 1 SoE, Rovis Selan, menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTS, melalui Seksi Bimas Katolik atas kerjasama tersebut.
"Kegiatan ini sangat baik untuk memberikan pencerahan bagi peserta didik. Kegiatan semacam ini tidak sering terjadi sehingga diharapkan peserta didik dapat mengikuti dengan baik dan penuh perhatian guna menjaga toleransi dalam kebersamaan di sekolah tanpa membeda-bedakan agama, suku dan ras," ungkapnya.
"Radikalisme itu sesuatu yang berkaitan dengan kekerasan sehingga melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik yang mengikuti kegiatan bisa menjadi contoh bagi yang lain tanpa memandang kelompok mayoritas maupun minoritas," tuturnya.
Sedangkan, RD. Blasius Udjan, dalam pemaparan materinya terkait radikalisme dan penyebaran berita-berita Hoax menandaskan bahwa paham radikal itu bisa menghancurkan dan merusak nilai kebersamaan.
"Paham ini juga digunakan orang tertentu untuk menyerang sesuatu atau kepemimpinan tertentu sehingga peserta didik diminta untuk memandang sesama sebagai saudara guna mencegah radikalisme tersebut sehingga tidak terjadi tawuran antar pelajar dan juga bullying," katanya.
Dirinya meminta para pelajar untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa memandang perbedaan.
Baca juga: Langkah Nyata IAKN di Desa Binaan, Dirjen Bimas Kristen Buka Kegiatan Sosialisasi di O’besi TTS
Pada tempat yang sama, ketua panitia pelaksana kegiatan, Albertus T. Baunsele, mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama bagi peserta didik sejak berada di bangku sekolah.
"Hal ini juga untuk menumbuhkan rasa cinta akan persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan satu kelompok dengan yang lainnya serta memperbaiki sikap dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja," tuturnya.
Untuk diketahui, yang menjadi Nara sumber kegiatan tersebut adalah James Umbu Tobu, Kepala Seksi Bimas Katolik Kabupaten TTS dengan materi, Moderasi Beragama dan RD. Blasius Udjan, dengan materi, Upaya Pencegahan Radikalisme dan Penyebaran Berita-berita Hoax.
Kegiatan ini diikuti peserta didik sebanyak 56 orang dan guru-guru pendamping. (din)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.