Rabu, 8 April 2026

Konflik Semenanjung Korea

Perang Sampah: Korea Selatan Bersiap Menerima Lebih Banyak Balon Propaganda dari Utara

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya waspada terhadap kemungkinan lebih banyak balon pembawa sampah yang tiba dari Korea Utara pada hari Minggu.

Editor: Agustinus Sape
RTE.IE
Korea Utara mengirimkan ratusan balon dalam dua gelombang minggu lalu ke Korea Selatan 

POS-KUPANG.COM - Semenanjung Korea memanas dengan bentuk peperangan yang unik ketika Korea Utara meluncurkan balon berisi sampah menyusul penggunaan balon yang membawa pesan K-pop dan anti-Kim Jong Un oleh kelompok Korea Selatan.

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya waspada terhadap kemungkinan lebih banyak balon pembawa sampah yang tiba dari Korea Utara pada hari Minggu.

Dalam dua gelombang minggu lalu, Korea Utara mengirimkan ratusan balon berisi kantong sampah ke Korea Selatan, menggambarkan hal tersebut sebagai respons terhadap balon propaganda anti-Pyongyang yang dikirim sebaliknya oleh aktivis Korea Selatan.

Pyongyang mengumumkan penghentian balon-balon tersebut pada hari Minggu tetapi beberapa hari kemudian, sebuah kelompok Korea Selatan yang disebut "Pejuang Pembebasan Korea Utara" mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan 10 balon berisi musik K-pop dan 200.000 selebaran yang menentang pemimpin Kim Jong-un.

Militer Korea Selatan "memantau secara ketat dengan kewaspadaan" karena "kemungkinan lebih banyak balon sampah akan turun besok", kata juru bicaranya kepada AFP pada hari Sabtu.

Korea Utara mengatakan akan membalas dengan “kertas bekas dan sampah” yang jumlahnya seratus kali lipat jika lebih banyak selebaran dari Korea Selatan dikirimkan.

Balon-balon Korea Utara pekan lalu mendarat di sejumlah lokasi di Selatan dan ditemukan membawa sampah seperti puntung rokok, potongan karton, dan limbah baterai.

Menanggapi balon-balon tersebut, Korea Selatan pada hari Selasa sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer tahun 2018 dengan Korea Utara, yang dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan antara negara bertetangga tersebut.

Pihak berwenang di Seoul mengecam balon-balon Korea Utara itu sebagai tindakan “kelas rendah” dan mengancam akan melakukan tindakan balasan yang menurut mereka akan dianggap “tidak dapat ditoleransi oleh Pyongyang”.

Propaganda duel

Aktivis di Korea Selatan telah lama mengirimkan balon ke utara, berisi propaganda anti-Pyongyang, uang tunai, beras, dan serial TV Korea dalam bentuk USB thumb drive.

Hal ini selalu membuat marah Korea Utara, yang pemerintahannya sangat sensitif terhadap akses masyarakatnya terhadap budaya pop Korea Selatan.

Kuensaem, kelompok aktivis Korea Selatan lainnya, mengatakan kepada AFP bahwa mereka melemparkan 500 botol plastik ke laut pada hari Jumat di dekat perbatasan dengan Korea Utara.

Botol-botol itu berisi beras, uang tunai, dan USB drive seri Korea Selatan.

Kelompok ini telah melakukan ini dua kali sebulan sejak 2015.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved