Berita NTT
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Gelar Sosialisasi B2SA di SDN Kenari Timor Tengah Utara
Hal ini bertujuan agar apa yang mereka makan di rumah dan di mana saja mereka berada, faktor gizi bisa diperhatikan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan sosialisasi Program Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Goes to School di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kenari, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Rabu, 5 Juni 2024.
Turut ambil bagian dalam kesempatan itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Victoria Cornelia Doo, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTU, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pengurus TP PKK Kabupaten TTU, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU.
Tampak para murid dan juga guru-guru sangat antusias mendengarkan sosialisasi tersebut. Pasca kegiatan sosialisasi ini, semua peserta menikmati makanan bergizi yang telah disiapkan oleh tim.
Saat diwawancarai Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Victoria Cornelia Doo, MSi mengatakan, Program B2SA ini dicetuskan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Jadi, program ini dilaksanakan dengan berkolaborasi antara Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi maupun Kabupaten/Kota sebagai perpanjangan tangan di daerah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wakil Ketua DPRD Malaka NTT, Devi Hermin Ndolu Meninggal Dunia
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang pola konsumsi B2SA. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak bisa diberikan edukasi dan sosialisasi sejak dini mengenai pola konsumsi B2SA.
Ia berharap, B2SA ini direplikasikan ke sekolah-sekolah lain di seluruh Kabupaten TTU dengan berpijak pada contoh yang telah dilaksanakan pada dua sekolah di yakni SDN Kenari dan SMP Negeri 1 Miomaffo Timur.
"Karena kita kekurangan anggaran maka, tidak semua sekolah bisa kita datangi sehingga kita berharap pemerintah daerah tertarik dengan hal ini karena penting untuk generasi muda kita," ucapnya.
Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk realisasi Program B2SA ini bisa juga bersumber dari APBD II, Dana Desa, atau dari PK. Selain itu, di dalam kurikulum mereka bisa dimasukkan dalam pelajaran.
Ia berharap, B2SA ini menular kepada orang tua. Pasalnya, para orang tua yang menyiapkan makanan untuk anak-anak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Yoseph Frent Oemenu, S. STP mengatakan, program tersebut sangat baik untuk menunjang gizi siswa-siswi di sekolah. Pasalnya, siswa-siswi sedang berada pada masa pertumbuhan.
"Karena masa pertumbuhan ini membutuhkan asupan gizi yang harus bagus," ujarnya.
Mengingat program tersebut adalah program dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan akan mematuhi dan menindaklanjuti instruksi yang dikeluarkan berkaitan dengan pelaksanaan program ini.
Di sisi lain, hal ini sudah termuat di dalam regulasi. Dengan demikian, makan siang bergizi yang diterapkan pada kesempatan itu bisa mendorong anak-anak agar meningkatkan pola hidup sehat.
Sementara itu, Kepala SDN Kenari, Dortji Boik, S. Pd, SD mengaku bersyukur dan bangga karena SDN Kenari menjadi salah satu titik pelaksanaan sosialisasi Program B2SA pada kesempatan ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.