Berita Manggarai Barat
KSOP Klaim Kasus Kecelakaan Pelayaran di Labuan Bajo Turun
Dua wisatawan asal Kanada yang menumpang kapal itu merupakan pasangan suami istri, yakni Kevin Stewart (64) dan Raureen Elaine (60).
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengklaim bahwa kasus kecelakaan pelayaran di Labuan Bajo secara rasio dari 2021 hingga 2023 terus menurun.
Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto menerangkan kecelakaan pelayaran secara rasio di Labuan Bajo tahun 2021 berada di angka 0,048 persen turun menjadi 0,036 persen di 2023.
Rasio yang dimaksud Stephanus adalah perbandingan jumlah Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan KSOP dan jumlah kecelakaan kapal yang terjadi.
"Di Labuan Bajo saat low season itu bisa 80 kapal berangkat, kalau peak season 150. Dari total seluruh SPB yang dikeluarkan KSOP dibanding total jumlah kecelakaan yang terjadi, itulah yang namanya rasio kecelakaan kapal. Dari tahun 2021 sampai 2023 sudah mengalami penurunan dari 0,048 persen sekarang 2023 0,036 persen," katanya, Kamis 30 Mei 2024.
"Artinya dalam 100 ribu pemberangkatan SPB hanya kurang dari empat kapal yang mengalami kecelakaan. Itu pun tidak ada korban jiwa," katanya lagi.
Kendati demikian, kata Stephanus, pihaknya tak berpuas diri upaya mitigasi untuk menekan angka kecelakaan pelayaran termasuk kapal wisata di Labuan Bajo terus dilakukan bekerjasama dengan stakeholder terkait.
Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menambahkan, tingkat kecelakaan pelayaran di Labuan Bajo berada di bawah 1 persen.
Karena itu ia meminta media untuk tidak menarasikan pemberitaan secara berlebihan, namun bertumpu pada data. Menurutnya media adalah garda terdepan untuk menciptakan suasana kondusif di Labuan Bajo.
"Karena ini destinasi pariwisata super prioritas, silahkan teman-teman (media) cermati, cek dan ricek dalam mengolah dan mengelola data serta informasi," ujarnya.
Rentetan Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo
Meski diklaim turun, secara eskalasi kecelakaan pelayaran kapal wisata di perairan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya terus terjadi setiap tahun, baik kapal yang mengantongi SPB dari KSOP maupun yang berangkat tanpa SPB.
Baca juga: Kapal Wisata di Labuan Bajo Patah Kemudi, 7 Wisatawan Terombang-ambing
Dalam catatan Pos Kupang, sejak periode Januari - Mei 2024, sudah terjadi lima kecelakaan pelayaran di destinasi pariwisata super prioritas itu. Kecelakaan menimpa kapal wisata hingga kapal pengangkut logistik.
Kecelakaan pertama menimpa Kapal Wisata Alfathran yang kandas di perairan Pulau Kelapa Labuan Bajo pada 4 Januari 2024. Kapal tersebut membawa 12 penumpang, enam orang ABK, lima turis asing dan satu pemandu wisata.
Musababnya kabut tebal sehingga jarak pandang nahkoda terbatas. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Sebelum berlayar kapal pinisi itu sudah melakukan clereance out (izin keluar pelabuhan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kapal-wisata-di-Labuan-Bajo-Kabupaten-Manggarai-Barat-Nusa-Tenggara-Timur.jpg)