Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Rabu 29 Mei 2024, Bersaksi Dalam Kebenaran
Orang Yahudi terbiasa bersumpah. Salah satu yang paling kuat adalah Kel. 20:7, jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.
POS-KUPANG.COM. KUPANG - Renungan Harian Kristen Rabu 29 Mei 2024, Bersaksi Dalam Kebenaran, merujuk pada Kitab Matius 5:33-37.
Artikel ini dikutip dari buku Renungan Harian Suluh Injil yang diterbitkan Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT ).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Mei 2024.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen berikut ini:
Jika ya, katakan ya; jika tidak, katakan tidak! Perkataan ini merupakan bagian dari Khotbah Yesus di Bukti, terkait dengan Sepuluh Perintah Allah, khususnya tentang perintah “Jangan bersaksi dusta” atau jangan bersumpah palsu.
Inilah yang kemudian dipahami sebagai larangan bagi orang Kristen, jangan bersumpah.
Benarkah orang Kristen tidak boleh bersumpah? Ajaran ini disampaikan Yesus, persis setelah ajaran pernikahan dan perceraian (31-32) dan memiliki kaitan erat dengan sumpah dan janji.
Pernikahan dan perceraian dikaitkan dengan ajaran tentang sumpah atau janji sebab di dalamnya orang terikat dalam janji, “sampai maut memisahkan”. Orang yang menikah adalah orang yang terikat janji, komitmen; orang yang bercerai adalah orang yang gagal memegang teguh janjinya.
Orang Yahudi terbiasa bersumpah. Salah satu yang paling kuat adalah Kel. 20:7, jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.
Orang Yahudi terbiasa menggunakan nama Allah dalam segala keadaan, tetapi menjadi sembarangan, kehilangan makna ketika bersumpah, berjanji dan bernazar.
Pada umumnya, orang bersumpah dengan tujuan meyakinkan orang lain bahwa perkataannya benar. Tetapi bagi Yesus, ada hal jauh lebih penting.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Senin 27 Mei 2024, Injil Membentuk Budaya
Pertama, Allah berdaulat dan bertakhta atas segala sesuatu. Jangan berjanji, bersumpah, tanpa menyadari tempat Allah dalam janji atau sumpah itu. Kedua, integritas. Sumpah tidak dilarang, tidak bertentangan dengan firman.
Orang harus memeliki integritas. Sebab dengan berintegritas, tak perlu bersumpah untuk meyakinkan orang lain, integritasnya lah menjadi jaminan kebenaran perkataannya.
LANGKAH IMAN.
Tuhan Yesus memberikan jalan, “Ya atau Tidak”, artinya kita harus melatih dan membiasakan diri selalu berkata dan bersaksi dengan benar dan tulus, ya atau tidak, bukan ya tetapi tidak. Bersungguh-sungguhlah dengan perkataan kita.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Selasa 28 Mei 2024, Kristus dan Kebudayaan
Biasakanlah diri menjaga integritas. Kalau tidak demikian, maka kita sudah dipengaruhi si jahat Iblis sebab dia adalah bapa segala dusta, lawan dari kebenaran (Yoh. 8:44). Amin!
Alamat Sekretariat Suluh Injil:
Jl. Seruni No. 8 – Naikoten 1
Kota Kupang – NTT (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cintailah-kebenaran.jpg)