Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

Berita Rote Ndao

Melki Laka Lena dan BKKBN NTT Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Rote Ndao

Melki Laka Lena dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nusa Tenggara Timur menggelar kampanye penurunan stunting

Tayang:
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
FOTO BERSAMA - DPR RI Melki Laka Lena, Asisten 1 Untung Harjito, DPRD Rote Ndao dan para peserta kampanye foto bersama di Aula Videsy, Lobalain, Minggu, 26 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena dan mitra kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Kampanye Percepatan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Rote Ndao.

Kampanye tersebut digelar di Aula Hotel Videsy, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain. Minggu, 26 Mei 2024.

Hadir dalam kampanye tersebut, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Untung Harjito mewakili Penjabat Bupati Rote Ndao, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Mikhael Yance Galmin, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Yosia A Lau, Kepala Dinas P3AP2KB Rote Ndao Regina AV Kedoh serta ratusan masyarakat selaku peserta.

Melki Laka Lena dalam kesempatan itu menaruh perhatian serius terhadap masalah stunting di Provinsi NTT.

Menurut dia, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Gangguan itu seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Politisi Golkar ini menyebut, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan untuk mencegah stunting yakni perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

"Kita lihat bersama bahwa masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi dan seringkali tidak beragam, juga dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang baik terutama pada aspek perilaku, terutama pada pemberian makan bagi bayi dan Balita," cetus Melki.

Baca juga: Melki Laka Lena Pastikan Tiga Kandidat yang Daftar di Golkar Berpotensi Jadi Bupati Rote Ndao

Di sisi lain, tambah Melki, stunting juga dipengaruhi dengan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih.

Ditekankannya, asupan gizi seimbang pada ibu hamil dan balita diperlukan dalam mencegah malnutrisi dan stunting pada anak.

Yang disebut Melki, gizi yang baik adalah pondasi bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Selain itu, Ketua DPD I Golkar NTT juga menjelaskan, pelaksanaan kampanye hari ini merupakan juga amanat dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Sebagaimana berbunyi, BKKBN sebagai mitra Komisi IX ditunjuk sebagai ketua pelaksana program percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan RAN PASTI.

"Sehingga, BKKBN juga didorong membuat program inovatif untuk menurunkan stunting sampai 10,4 persen sebagai upaya pemenuhan target penurunan," pungkas Melki.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved