Berita NTT
KADIN NTT Apresiasi Pembangunan Ekonomi melalui Awards 2024
Tidak sampai 90 persen UMKM ini masuk UMKM mandiri, tidak sampai 10 persen juga level naik kelas. Ini potensi ril yang ada
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT memberikan apresiasi dalam pembangunan ekonomi di NTT dengan menggelar KADIN NTT Awards 2024.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa 21 Mei 2024.
Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto mengatakan, sebelum dilakukan penyerahan hadiah KADIN NTT Award 2024 tersebut, KADIN NTT menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah atau Rapimprov KADIN NTT yang mengusung tema “Kebangkitan Ekonomi NTT melalui Peningkatan Investasi dan Hilirisasi Komoditi”.
"KADIN NTT Awards 2024 ini merupakan kali kedua yang kami gelar. Pertama pada tahun 2018 pada masa kepemimpinan bapak Paul Liyanto," kata Bobby.
Baca juga: Kemenparekraf dan BPOLBF Gelar Pelatihan Seni Pertunjukan di Labuan Bajo Manggarai Barat NTT
Bobby menyebut sebanyak lebih dari 60-an orang yang akan menerima penghargaan tersebut.
"Melalui acara ini kita memberikan semangat, motivasi, apresiasi dan penghargaan kepada bapak ibu sekalian yang telah berjasa membangun ekonomi NTT," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia GL Kalake melalui Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Adi Mandala mengatakan, pertumbuhan ekonomi di NTT di bawah 5 persen. Yang mana, angka tersebut menjadi tantangan-tantangan nyata bagi NTT.
Dengan demikian, kata dia, melalui momentum acara KADIN NTT Awards 2324 tersebut, KADIN diharapkan dapat mendukung pelaku UMKM agar lebih berkembang dan maju.
"Perhatian KADIN adalah penguatan usaha lokal, khususnya sektor UMKM. Sektor ini wajib kita perkuat bersama, sebab peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian di daerah," ujarnya.
Dia menyebut, Di Kota Kupang sebanyak 8.000 lebih pelaku UMKM. Yang mana, dari semuanya 70 persen ada pada kewiraushaan pemula.
"Tidak sampai 90 persen UMKM ini masuk UMKM mandiri, tidak sampai 10 persen juga level naik kelas. Ini potensi ril yang ada," sebutnya.
Dia berharap, KADIN tidak hanya ada di level atas tetapi juga bersinergi untuk membantu di level bawah.
"Ada beberapa problem UMKM kita yaitu soal perorangan, permasalahan produk, keterbatasan peralatan dan produksi dan relationship dengan pengusaha besar dan kecil. Inilah saatnya membangun sinergi dan kolaborasi membangun sekuat-kuatnya agar bisa ditangami bersama," imbuhnya. (cr20)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bobby-Lianto-memberikan-penghargaan-kepada-media-Pos-Kupang.jpg)