Tokoh NTT
Profil Ata Ratu, Sang Maestro Jungga dan Penjaga Musik Tradisional Sumba
Ia menjadi salah satu perempuan seniman sekaligus musisi yang konsisten untuk merawat dan melestarikan salah satu musik trasisional yakni musik Sumba
POS-KUPANG.COM - Nama Ata Ratu telah mewarnai khazanah musik tradisional di Indonesia selama berpuluh tahun.
Ia menjadi salah satu perempuan seniman sekaligus musisi yang konsisten untuk merawat dan melestarikan salah satu musik trasisional yakni musik Sumba NTT.
Dikutip dari wikipedia, Ata Ratu lahir di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sejak usia 13 tahun ia telah menulis dan menampilkan musik di Sumba yang dinyanyikan dalam bahasa lokal (Kambera).
Baca juga: Profil Tokoh NTT , Johanis Asadoma Orang Pertama Pimpin Polisi PBB asal Indonesia di Darfur
Ia adalah salah satu dari sedikit perempuan yang piawai memain-nyanyikan musik Jungga, alat musik petik yang lebih dikenal dalam ranah musik laki-laki.
Ata Ratu adalah perempuan pemusik tradisional Sumba berkebangsaan Indonesia. Selama lebih dari 40 tahun ia dikenal sebagai Ratu Jungga.
Selain bermusik, Ata Ratu juga melakukan penelitian mengenai lagu-lagu Sumba tempo dulu yang hampir punah, serta berkolaborasi dengan generasi tua guna pelestariannya.
Musik-musik yang ia mainkan merupakan bentuk musik Sumba yang relatif modern, dipengaruhi oleh gaya sebelumnya yang menggunakan Jungga dengan dua senar.
Ata Ratu juga pernah tampil di Smithsonian/Folkways “Music of Indonesia” dan pada akhir tahun 2017 terlibat dalam program Europalia untuk mementaskan karyanya di Belgia dan beberapa negara Eropa lainnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ata-Ratu-maestro-Jungga-dan-musik-tradisional-dari-Sumba.jpg)