Sabtu, 18 April 2026

Derap Nusantara

Melihat Lebih Dekat "Hydro-Diplomacy" RI di Forum Air Dunia Ke-10 Bali

World Water Forum atau WWF menjadi pertemuan internasional yang membahas dan merumuskan kebijakan mengenai tata kelola air.

Editor: Alfons Nedabang
ANTARA/ANDI FIRDAUS
Presiden Joko Widodo saat memperagakan proses penanaman bakau di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Provinsi Bali, kepada para delegasi KTT World Water Forum (WWF) Ke-10, Senin (20/5/2024). 

Presiden Fiji, Wiliame Katonivere, dalam satu wawancara khusus dengan ANTARA, mengaku bahwa Fiji belum dapat melakukan water development sendiri karena keterbatasan kapasitas negara kepulauan Pasifik itu sehingga suatu sistem pendanaan global memang dibutuhkan.

"Kami tidak bisa mengembangkannya sendiri karena kemampuan kami terbatas, tetapi dengan adanya Dana Global Air dan kami punya keahliannya-- kami punya orang-orang yang berpengalaman di bidang itu--, kami bisa mengatasi masalah air. Tidak hanya di Fiji, tetapi untuk negara pulau-pulau Pasifik lainnya," ujar Katonivere.

Baca juga: PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

Walaupun demikian, upaya Indonesia untuk mendorong pembentukan Dana Air Global tentunya bukanlah suatu proses yang singkat, namun membutuhkan waktu dan dukungan yang lebih lagi dari banyak negara, terutama negara-negara donor.

Saat ini pada ajang WWF Ke-10, soal Dana Air Global itu masih pada tahap diskusi untuk mengusulkan pendiriannya, yang melibatkan banyak pihak -- tidak hanya pemerintah negara-negara --, namun juga organisasi internasional, salah satunya Bank Dunia.

Pada akhirnya, Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencari solusi bagi masalah air di tingkat regional maupun global.

Indonesia juga berharap melalui upaya hydro-diplomacy yang dilakukannya dapat semakin memperkuat kolaborasi antarnegara dan memajukan agenda air global untuk kesejahteraan bersama.

Akan tetapi, hydro-diplomacy bukan hanya tugas Indonesia sendiri, melainkan upaya diplomasi yang juga perlu dijalankan oleh semua negara di dunia demi mewujudkan impian "air untuk kesejahteraan bersama". (yuni arisandy sinaga)

 

Presiden Jokowi Buka WWF di Bali
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada Pertemuan Tingkat Tinggi KTT WWF Ke-10, seperti disaksikan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Senin (20/5/2024).

 

Jokowi Paparkan Empat Inisiatif Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan empat inisiatif baru yang digagas Indonesia selaku tuan rumah pada Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Air Dunia (World Water Forum) Ke-10 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Senin.

"Melalui forum ini, Indonesia mengangkat empat inisiatif baru, yaitu penetapan world lake day," kata Presiden Jokowi dalam pidato pembuka Pertemuan Tingkat Tinggi KTT WWF Ke-10, seperti disaksikan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.

Presiden merinci keempat inisiatif baru Indonesia dalam WWF ke-10, yang pertama, yaitu penetapan hari danau sedunia atau "world lake day".

Indonesia juga mendorong pendirian pusat keunggulan atau "center of excellence" di kawasan Asia Pasifik. Ketiga, Indonesia mendorong pengelolaan air berkelanjutan di negara pulau kecil, dan keempat adanya penggalangan proyek-proyek air.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga memaparkan sejumlah aspek yang konsisten untuk terus didorong, yakni meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved