Berita NTT
Komunitas Tugu Noan di Lembata NTT Gelar Festival Budaya
Acara kebudayaan itu akan dilaksanakan pada 18-21 Mei 2024 di Desa Petuntawa Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komunitas Tugu Noan di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT menggelar festival budaya.
Acara kebudayaan itu akan dilaksanakan pada 18-21 Mei 2024 di Desa Petuntawa Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Menurut Ketua Komunitas Tugu Noan, Muhamad Nasrulla, sebagai anak yang berbudaya, sudah seharusnya melanjutkan estafet budaya di tanah kelahiran.
Ia menyebut, Komunitas Tugu Noan bergelut tidak hanya di bidang budaya namun literasi dan juga kearifan lokal.
Dalam keterangan tertulisnya, Minggu 18 Mei 2024, Muhamad Nasrulla menyampaikan, Tugu Noan berdiri sejak tanggal 21 Mei 2023. Lahirnya komunitas itu oleh para pihak yang merasa prihatin atas perubahan dan semakin tergerusnya budaya.
"Yang mana generasi muda sebagai korban atas pengaruh budaya asing sehingga tradisi dan budaya semakin luntur dan habis di lakukan oleh usia lanjut," kata Muhamad Nasrulla.
Fenomena itu, kata Muhamad Nasrulla, sebagai generasi muda, tidak harus berkutat sebagai penikmat.
Baca juga: Kabupaten Lembata Siap Gelar Festival Literasi, Begini Kata Ketua FTBM NTT
Muhamad Nasrulla tidak mau generasi muda berdiam diri melihat hal itu. Anak muda harus mengambil sikap atas situasi ini.
Ia menyebut, niat baik itu kemudian disambut baik oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Kedua pihak itu bekerja sama menyelenggarakan event budaya di desa Petuntawa.
"Keterlibatan seluruh masyarakat Ile Ape dan disambut meriah secara khusus masyarakat desa Petuntawa," kata dia.
Muhamad Nasrulla menegaskan, agenda itu bertujuan untuk terus menjaga budaya dan merawat generasi. Kegiatan melibatkan masyarakat desa Petuntawa, tokoh adat, sanggar-sanggar seni, dan komunitas budaya se-Kecamatan Ile Ape, dan Ile Ape Timur serta pegiat budaya di Kabupaten Lembata.
Festival itu akan menampilkan pertunjukan seni dan budaya lokal maupun nasional hingga permainan rakyat tradisional.
Acara lebih dari dua hari itu juga diisi dengan pameran UMKM berupa pangan lokal, tenunan dan zona seni.
Baca juga: Atasi Rawan Pangan, Kabupaten Lembata Terima 1,6 Juta Kilogram Beras
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.