Berita Timor Tengah Utara
PMKRI Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco Rayakan Dies Natalis ke-23
PMKRI Cabang Kefamenanu tetap eksis, dan jaya selalu dalam mengemban amanat penderitaan rakyat.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco Menggelar Dies Natalis Yang ke 23 Tahun. Dies Natalis ke 23 yang jatuh pada tanggal, 12 Mei 2024 dengan mengusung tema "Merajut Kebersamaan dan Meningkatkan Semangat 3 Benang Merah".
Perayaan Dies Natalis yang berlangsung di Marga PMKRI Cabang Kefamenanu ini juga dihadiri oleh Senior-Alumni, OKP Nasional maupun sejumlah OKP Lokal di Kabupaten TTU.
Dalam rilis yang terima POS-KUPANG.COM, Rabu, 15 Mei 2024, pada momentum Dies Natalis tersebut Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu, Agustinus Haukilo mengajak semua anggota aktif, Senior-Alumni untuk terus meningkatkan semangat Fraternitas, Kristianitas, dan Intelektualitas.
Dies Natalis ke 23 tahun ini, lanjutnya, merupakan momentum untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan merefleksikan bersama perjalanan organisasi PMKRI Cabang Kefamenanu.
Baca juga: Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara Gelar Seleksi Tertulis Bagi Calon Panwascam
“Sejauh mana kontribusi PMKRI Cabang Kefamenanu dengan usia yang ke-23 tahun ini dalam kehidupan menggereja dan berbangsa sebagai orientasi gerak organisasi,” ungkapnya.
Ia berharap, pada usia ke 23 tahun tersebut kader PMKRI semakin bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Gereja dan Tanah Air. Sumbangsih ini diberikan dengan bertolak pada Tiga Benang Merah PMKRI (Kristianitas, Intelektualitas dan Fraternitas).
"Dalam setiap gerak organisatoris kita serta tetap menjaga persaudaraan sejati sesama kader,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Senior-Alumni PMKRI, Hironimus Joni Tulasi mengatakan, Dies Natalis PMKRI Kefamenanu ke-23 menjadi momentum untuk merefleksikan bersama baik itu Alumni, Senior dan anggota aktif tentang sejauh mana implementasi terhadap 3 benang merah PMKRI yakni intelektualitas, kristianitas dan fraternitas (kecerdasan, iman dan persaudaraan).
Tiga benang merah ini yang menjadikan PMKRI berbeda dengan organisasi lainnya. Tiga benang merah ini harus menyata dalam tindakan bukan sekedar kata-kata (lips service). Setiap kader harus belajar, berdoa, dan harus saling mengasihi satu sama lainnya.
Hironimus berharap agar PMKRI Cabang Kefamenanu tetap eksis, dan jaya selalu dalam mengemban amanat penderitaan rakyat.
Sementara itu Alumni PMKRI Cabang Kefamenanu, Dominikus Nitsae mengatakan, dalam usianya yang ke 23 tahun ini, PMKRI Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco telah melahirkan kader yang sudah berkarya di berbagai bidang, baik itu di lembaga eksekutif, legislatif, pengusaha dan lain sebagainya.
Pada momentum tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Timor Tengah Utara ini meminta agar alumni, senior dan anggota aktif PMKRI tetap menjaga tiga benang merah perhimpunan dalam kondisi apapun.
Dalam kehidupan bermasyarakat, benturan kepentingan masing-masing orang tidak dapat dihindarkan. Namun persaudaraan sejati harus selalu menjadi yang paling utama. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.