Rabu, 8 April 2026

Berita Sabu Raijua

Masyarakat Sabu Raijua NTT Jual Legundi

Awal tahun 2024 Legundi mulai diburu pembeli di Sabu Raijua. Mereka membeli Legundi dari masyarakat dengan harga Rp35 ribu per kilogram.

|
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Tanaman Legundi yang dijual warga Sabu Raijua NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, SEBA - Masyarakat Sabu Raijua saat ini ramai mencari Legundi untuk dijual. Dari dulu Legundi merupakan tumbuhan liar yang banyak ditemukan di wilayah pesisir pantai di Sabu Raijua. Siapa sangka tumbuhan ini membawa berkat bagi masyarakat Sabu Raijua.

Awal tahun 2024 Legundi mulai diburu pembeli di Sabu Raijua. Mereka membeli Legundi dari masyarakat dengan harga Rp35 ribu per kilogram.

Petani yang sebelumnya bekerja di tambak garam dan mencari rumput laut, untuk mendapatkan penghasilan, mereka nyambi menjadi petani Lagundi.

Bagi orang Sabu, apa pun yang bisa menghasilkan uang, mereka lakoni. Marten, warga Desa Menia, mengaku setelah garamnya tidak terjual, ia dan warga lainnya mencari Legundi untuk dijual.

"Garam tidak laku, jual Lagundi,"ungkap Marten pada Kamis, 16 Mei 2024.

Bagaimana tidak, saat ini Legundi kering di Sabu Raijua dihargai Rp40 ribu sampai dengan Rp55 ribu per kilogram. Harganya yang tinggi memotivasi masyarakat Sabu Raijua mencari Legundi setiap hari. 

Jika fokus mencari Legundi, dalam sehari bisa mendapatkan Legundi 20-an kilogram, tetapi kalau mencari legundi hanya untuk mengisi waktu luang bisa dapat 1 kilogram sehari.

Bahkan ada yang menjual hingga 40 kilogram dalam sekali waktu.

Seorang ibu di Desa Menia yang tengah mencari Legundi mengatakan, sekarang Legundi sudah berkurang dibandingkan awal munculnya pembeli Legundi. Dulu sehari bisa mendapatkan Lagundi puluhan kilo tetapi sekarang, dalam sehari bisa mendapatkan seember kecil.

Baca juga: Warga Kolo Uju Pulau Sabu Raijua NTT Dua Tahun Tak Jual Rumput Laut 

Lagundi yang dipetik pun harus berwarna kekuningan untuk memudahkan pengolahannya.

Setelah dipetik, Legundi ini dicuci sehingga setelah kering, warnanya berubah menjadi hitam.

"Petik yang kuning terus jemur, sampai jadi hitam,"ungkapnya.

Legundi adalah salah satu jenis tanaman yang banyak hidup di kawasan tropis. Tanaman legundi memiliki bunga berwarna ungu yang cantik. Buah dan aromanya seperti biji lada sehingga banyak orang menyebutnya lada hutan.(dhe)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved