Ibadah Haji 2024

Bawa Jimat ke Arab Saudi Bisa Dipancung

Penjaga mesin X-Ray Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) berteriak menunjuk seorang jemaah haji Indonesia.

Editor: Alfons Nedabang
KOLASE POS-KUPANG.COM
Ilustrasi jimat. 

POS-KUPANG.COM, MADINAH - Penjaga X-Ray Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) berteriak menunjuk seorang Jemaah Haji Indonesia.

“Ya haj… haaajjjjj…!!” Suaranya şemakin meninggi. Jemaah yang dipanggil melangkah menjauh menyeret koper kabin ke pintu keluar Fast Track, Selasa (14/5) petang.

Penjaga Meşin X-Ray itu beranjak lalu berlari mengejar. Tapi jemaah itu terus melangkah. Penjaga X-Ray meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menghentikan jemaah yang dia tunjuk.

Pelaksana Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Yudi Mulyadi, langsung memegang lengan jemaah itu.

Si penjaga X-Ray kemudian meminta koper jemaah itu diletak di meja. Lalu dia memberi isyarat kepada si jemaah untuk membuka koper. Koper pun terbuka lebar di meja seberang X-Ray. Sisi kiri koper disibak. Si penjaga X-Ray yang bermisai lebat bak mendiang Saddam Hussein itu menggeleng seraya merenggang kemari telapak tangan.

Yudi Mulyadi menyibak sisi kanan koper. Isinya dikeluarkan satu per satu. “Laa.. Laaa,” si penjaga X-Ray minta yang lain dikeluarkan. Hingga akhirnya Yudi Mulyadi mengeluarkan kerak koper.

Beberapa pria berseragam sama dengan si penjaga mesin X-Ray berdatangan. Sebuah bungkusan hitam dikeluarkan dari koper jemaah itu. Mata si penjaga X-Ray melotot. Lalu dia pelototi jemaah yang punya koper lalu meminta membuka bungkusan hitam.

Baca juga: Pesawat Pengangkut Jemaah Haji Keluarkan Percikan Api Usai Lepas Landas

Si jemaah tetap tenang. Dia bukan pengikat ujung kain hitam pekat itu lalu keluarkan isinya. Si penjaga X-Ray tertawa kencang. Teman-temannya juga tertawa. “Wah, ternyata Alquran. Dia pasti kira jimat,” kata Yudi Mulyadi.

Ruangan terminal Fast Track seketika hingar bingar. Suara tawa PPIH Arab Saudi tak kalah nyaring dari gerak para penjaga mesin X-Ray. Yang dicurigai jimat itu adalah Alquran yang terjilid per juz. Ada 30 jilid.

Kain hitam yang dipakai membungkus kitab suci itu memancing kecurigaan penjaga mesin X-Ray. “Untung bukan jimat. Kalau jimat, selesai jemaah itu,” ujar pelaksana MCH 2024 PPIH Arab Saudi.

Terpisah, Konsul Konsulat Jenderal RI Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, mengingatkan lagi bahaya membawa jimat masuk Arab Saudi. “Jangan coba-coba bawa jimat ke sini. Jemaah haji kita benar-benar harus diingatkan akan hal ini,” kata Yusron Bahauddi Ambary.

“Pastikan jemaah haji kita tidak membawa jimat atau pegangan masuk Saudi karena hukumannya sangat berat,” tegas Yusron Bahauddin Ambary menambahkan.

Mantan Direktur Diplomasi Publik itu menjelaskan, ada beberapa aturan di Arab Saudi yang menegaskan bahwa jimat yang dipakai untuk kekuatan maupun keuntungan hukumannya akan dipenjara dan deportasi.

“Namun jimat-jimat yang dipakai untuk mencelakakan orang lain hukumannya adalah pancung,” ujar Yusron Bahauddin Ambary.

Baca juga: Jemaah Haji Hindari Minum Air Zamzam Dingin, Suhu di Madinah Tembus 40 Derajat

Selain itu, Yusron Bahauddin Ambary juga mengingatkan jemaah agar tidak berfoto di tempat yang terjaga privasinya. Seperti gedung pemerintahan, bandara, askar atau polisi yang lagi bertugas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved