Sabtu, 2 Mei 2026

Berita NTT

Polemik BBM di Daerah, Mahasiswa Undana Asal Rote Ajukan Surat Permohonan Audiens ke DPRD NTT

Kami juga berharap audiens itu bisa memberi kepastian kepada masyarakat Rote Ndao, sehingga tidak menjadi permasalahan bagi petani dan nelayan

Tayang:
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-IKMAR NTT
Para pengurus IKMAR NTT saat menyerahkan surat permohonan audiens kepada Komisi IV DPRD NTT. Senin, 13 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Mahasiswa Undana yang tergabung dalam IKMAR NTT (Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar) 
menyikapi polemik BBM di Rote Ndao dengan mengajukan surat permohonan audiens dengan DPRD NTT.

Para mahasiswa asal Rote Ndao itu  mendatangi Kantor DPRD NTT Komisi IV di Kupang pada Senin, 13 Mei 2024 pagi.

Hadir dalam kesempatan itu, para pengurus IKMAR NTT, Irman Winarto Baleng dan Aguestro Putra Pelle.

Kunjungan kehormatan tersebut berfokus pada antrean kendaraan dan kelangkaan BBM di Kabupaten Rote Ndao yang sudah menjadi keluhan masyarakat Rote Ndao setiap tahun.

Baca juga: Peran 5 Tersangka Dalam Pembangunan GOR Kabupaten Kupang NTT

Koordinator Rencana Audiens, Irman Winarto Baleng mengatakan, dia akan membawa beberapa mahasiswa asal Rote Ndao untuk beraudiensi dengan Komisi IV DPRD NTT.

Rencana audiens ini menurut Irman, dikarenakan kelangkaan BBM di Kabupaten Rote Ndao telah menimbulkan mahalnya harga BBM mencapai Rp 25 ribu per liter dan imbasnya masyarakat Rote Ndao mengalami kesulitan di berbagai aspek.

"Rencananya, kami ada 10 orang yang akan beraudiens dengan Komisi IV DPRD NTT. Dan permohonan itu sudah direstui Komisi IV dan audiens ditetapkan pada Kamis, 16 Mei 2024.

"Kami berharap DPRD NTT bisa mempercepat waktu audiens secepatnya," lanjut dia.

Irman menerangkan, audiens tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Rote Ndao perihal permasalahan antrean kendaraan serta kelangkaan BBM yang saat ini dihadapi masyarakat Rote Ndao.

"Sekarang ini petani, nelayan dan masyarakat lainnya sangat resah, sulit mendapat BBM," pungkas Irman.

"Kami juga berharap audiens itu bisa memberi kepastian kepada masyarakat Rote Ndao, sehingga tidak menjadi permasalahan bagi petani dan nelayan," lanjut Irman dengan tegas.

Menurut dia, permasalahan BBM tersebut, perlu dicarikan jalan keluar sesuai dengan prosedur dan kebutuhan masyarakat, kemudian benar-benar ada penyelesaiannya. 

"Masalah BBM di Rote, perlu ditelaah bersama-sama, guna mendapat jalan keluar yang baik," cetus Irman. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved