Jumat, 10 April 2026

Suami Mutilasi Istri

Suami Bunuh dan Mutilasi Istri, Tawari Daging ke Warga dan Ketua RT

Tarsum bin Daspin (41) tega membunuh dan memutilasi istrinya, Yanti binti Talpa (40). Dagingnya ditawar ke warga.

Editor: Alfons Nedabang
SERAMBINEWS/ISTIMEWA
Suami di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat bunuh dan mutilasi istri, santai bawa potongan tubuh dan sempat tawari warga daging. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Sindang Jaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tarsum bin Daspin (41) tega membunuh dan memutilasi istrinya, Yanti binti Talpa (40).

Tragisnya, peristiwa pembunuhan dan mutilasi itu dilakukan Tarsum di depan warga di jalan desa pada pukul 07.30 WIB, Jumat (3/5).

Korban dibunuh dan dimutilasi saat hendak pergi ke pengajian di masjid kampung tersebut. "Kejadiannya di jalan, tidak di rumah. Pelaku lari ke rumah membawa pisau lalu memutilasi korban. Kaki dan tangan pisah," kata Ketua RT 08 Dusun Sindang Jaya, Yoyo Tarya saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Yoyo, sebelum terjadinya pembunuhan, korban sempat dipukul terlebih dahulu oleh pelaku.

"Sebelumnya korban sempat dipukul pelaku, kemudian pelaku pergi ke rumahnya dan membawa pisau hingga akhirnya tega membunuh dan memutilasi tubuh istrinya sendiri," terang Yoyo.

Setelah dieksekusi, pelaku membawa potongan tubuh korban ke pos ronda kampung tersebut. Aksi sadis pelaku itu disaksikan warga. Namun, mereka tak berani mendekat. Beberapa warga hanya bisa merekam dan memfoto aksi pelaku.

Pelaku sendiri sempat menawari potongan tubuh korban kepada Yoyo dan warga lainnya. Menurut Yoyo, potongan tubuh yang ada di baskom dalam kondisi tersayat.

Baca juga: Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Mutilasi Mahasiswa Bangka Belitung di Sleman  

"Pelaku itu bawa baskom isi daging sambil berkata peser [beli] daging si Yanti, peser daging si Yanti (Beli daging Yanti). Jadi dagingnya dibawa keliling," ujar Yoyo.

"Saya kurang tahu berapa (potongan tubuhnya), namun yang pasti pelaku nawari saya," ujarnya.

Yoyo mengaku ketakutan dan tak bisa berbuat banyak karena saat itu pelaku masih membawa senjata tajam. Begitu pula warga yang lain. Akhirnya Yoyo melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rancah.

"Saya mau nolongin, cuma saya takut, dia masih bawa pisau. Saya tinggal langsung saya lari ke polisi," ujarnya.

Yoyo menuturkan selama ini keseharian pelaku tampak biasa-biasa saja. Tak pernah menunjukkan perilaku temperamental. Tarsum juga biasa bergaul dengan warga. "Enggak temperamental. Kalau ada masalah keluarga saya enggak tahu," jelas Yoyo.

Tarsum diketahui merupakan penjual kambing di kampung tersebut. "Profesinya sehari-jari jual beli kambing. Dikatakan bangkrut tidak juga karena masih berjalan, kemarin masih bawa jualan domba," kata Yoyo.

Namun tiga hari sebelum insiden tragis ini terjadi, pelaku tampak seperti orang yang tengah depresi. Diduga pelaku depresi karena faktor ekonomi dan sempat didatangi penagih utang.

Terpisah, Kapolres Ciamis, AKBP Akmal menjelaskan polisi menemukan kondisi korban dalam keadaan termutilasi di beberapa bagian tubuh. Jasad korban yang sudah terpotong-potong itu sudah dibawa ke RSUD Ciamis untuk dilakukan otopsi.

Baca juga: Warga Temukan Potongan Tangan dan Kaki Manusia di Sleman, Polisi Duga Korban Mutilasi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved