Pilgub NTT

Pilgub NTT, Frans Aba Daftar Bakal Calon Gubernur di DPW PAN

Sudah ada dua dan hari ini yang ketiga bakal calon yang mendaftar. Setelah ini kita akan panggil dan menyamakan visi dan misi

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Frans Aba bersama tim suksesnya saat menyerahkan dokumen pendaftaran ke pengurus DPW PAN NTT.  

Sekretaris DPW PAN NTT Marthen Lenggu menggambarkan tentang kehidupan dalam PAN. Dia mengaku hal itu merupakan sesuatu yang khas dan berkaitan dengan kultur dalam aktivitas PAN. 

Ia memohon maaf karena ketua DPW PAN NTT Ahmad Yohan tidak bisa hadir dalam agenda, sebagai bagian dari kerja pengabdian dalam pembangunan di NTT lewat Pilkada. 

"Sosok muda, tokoh muda hadir di NTT. Kita mendengar, nama Frans Aba itu mulai muncul ketika bapa mendeklarasikan diri. Di lingkup kami PAN, nama bapa salah satu menjadi perbincangan," kata dia. 

Marthen Lenggu menyebut Frans Aba sosok yang patut diperhitungkan. PAN NTT juga punya fokus dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kemiskinan. Dengan kapasitas yang dimiliki, NTT bisa keluar dari berbagai persoalan yang ada. 

"Memiliki kriteria yang kayak untuk diusung. Karena Frans Aba punya latar belakang sebagai akademisi dan peneliti," kata dia. 

Dia menyebut, PAN NTT tengah mencari pemimpin untuk mengurai masalah yang sangat banyak ini dan tidak sekedar memilih orang untuk berkuasa. Dengan pengalaman yang ada, Frans Aba diyakini bisa membantu proses itu. 

Proses ini merupakan tahapan awal dan akan diputuskan oleh DPP. Semua berkas pendaftaran akan diserahkan ke DPP. Sebab, perlu ada komunikasi politik dengan parpol lainnya. Apalagi PAN NTT hanya punya 4 kursi DPRD NTT dari total 13 mengusung seorang kepala daerah. 

Dia berharap agar Frans Aba juga terus membangun komunikasi politik dengan parpol lainnya. Ia menyebut segala tahapan ini memang tidak mudah. Semua kerja membutuhkan energi dan ketekunan yang kuat. 

"Sudah ada dua dan hari ini yang ketiga bakal calon yang mendaftar. Setelah ini kita akan panggil dan menyamakan visi dan misi," kata dia. 

Dengan kesamaan pandangan itu paling tidak memberi efek saat proses kampanye berlangsung. Di samping adanya komunikasi politik bersama parpol lainnya untuk membentuk koalisi, maupun menggelar survei untuk para kandidat. 

Marthen Lenggu mengaku semua orang berhak untuk mendaftar. Survei akan menjadi tolak ukur. Pembiayaan survei juga akan dibicarakan ditingkatkan DPP PAN. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved