Soal Ujian Sekolah

Latihan Soal UTBK-SNBT Tahun 2024 TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum Beserta Kunci Jawaban

Contoh soal UTBK-SNBT tahun 2024 Tes Potensi Skolastik (TPS) Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)dan kunci jawabannya.

Penulis: Agustina | Editor: Alfons Nedabang
Gramedia
Ilustrasi peserta UTBK-SNBT saat mengerjakan ujian. Latihan soal UTBK-SNBT tahun 2024 TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum dan kunci jawaban. 

POS-KUPANG.COM - Untuk para siswa SMA Kelas 12 atau calon mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk seleksi masuk perguruan tinggi, yuk berlatih mengerjakan soal UTBK-SNBT berikut ini.

Menurut jadwal, pelaksanaan UTBK-SNBT gelombang 1 digelar mulai tanggal 30 April dan 2-7 Mei 2024 mendatang.

Dalam tes UTBK-SNBT, terdapat ujian mengenai Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU) yang merupakan sub tes dari Tes Potensi Skolastik (TPS).

Biasanya, PPU berisi 20 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 15 menit. Soal PPU bertujuan untuk menilai kemampuan calon mahasiswa untuk memahami suatu bacaan baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Soal TPS sendiri adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang mencakup penalaran umum, pemahaman bacaan dan tulisan, pengetahuan dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif.

Kali ini, Poskupang akan menyajikan 8 contoh soal UTBK-SNBT untuk soal TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum, lengkap beserta kunci jawaban.

Baca juga: Soal USBN Seni Budaya Kelas 12 SMA/MA Terbaru 2024 Essay Test Dengan Kunci Jawaban

Melalui contoh soal dan kunci jawban ini, diharapkan calon mahasiswa bisa belajar secara mandiri untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi dan berhasil masuk ke universitas yang diimpikan.

Berikut contoh soal UTBK-SNBT Tahun 2024 TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum:

Soal UTBK-SNBT

1. Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.

(1) Industri fesyen kini telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat jika dibandingkan dengan 50 tahun lalu. (2) Sekarang, industri fesyen rutin mengeluarkan model busana terbaru setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan pasar. (3) Perkembangan tersebut akhirnya melahirkan industri yang bernama fast fashion, yakni jenis industri fesyen yang menciptakan pakaian dengan model terkini secara cepat, murah, dan masif.

(4) Sayangnya, produksi fast fashion yang murah dan cepat itu hadir dengan banyak sisi gelap yang tersembunyi, salah satunya yang berkaitan dengan hak asasi manusia. (5) Selama beberapa tahun belakangan, industri fesyen sering dikaitkan dengan kondisi pekerja garmen (pakaian jadi) yang tidak layak. (6) Sebagaimana dilansir dari Global Citizen, berdasarkan hasil wawancara dengan 470 pekerja garmen di Bangladesh dan Vietnam, lebih dari 99 persen pekerja merasakan lingkungan kerja yang buruk dan tidak mendapat gaji yang layak. (7) Beberapa laporan juga mengatakan bahwa industri garmen sering kali menggunakan anak kecil atau imigran yang dipaksa bekerja selama 12—16 jam per hari. (8) […]

Perumpamaan dalam teks tersebut terdapat pada kalimat….

Jawaban: nomor 4

2. Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.

(1) Selama ini, banyak orang dewasa yang menenangkan bayinya dengan cara mengayun atau mengguncangnya. (2) Namun, ternyata, mengguncang atau mengayun bayi dengan cara yang tidak benar dapat membahayakan keselamatan bayi. (3) Berdasarkan penelitian, mengguncang atau mengayun bayi dengan terlalu keras dapat menyebabkan shaken baby syndrome (SBS).

(4) Shaken baby syndrome merupakan sekumpulan gejala yang terjadi ketika bayi (umumnya di bawah usia 2 tahun) mendapatkan guncangan yang terlalu keras pada kepala. (5) Sindrom ini yang dapat menyebabkan pendarahan pada retina mata serta pendarahan dan pembengkakan pada otak. (6) Hal itu bisa terjadi karena saat bayi mengalami guncangan yang hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran terhadap batang otak sehingga menyebabkan robekan saraf dan pembuluh darah pada otak. (7) Akibatnya, otak mengalami kerusakan dan pendarahan.

(8) Bayi yang mengalami shaken baby syndrome umumnya memiliki beberapa gejala, seperti menjadi rewel atau cenderung banyak tidur, muntah-muntah, dan tidak mau makan. (9) Gejala ini dapat bertahan selama beberapa hari atau beberapa minggu. (10) Parahnya, gejala yang tidak spesifik dan kerusakan otak yang tidak terdeteksi serta berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan belajar atau gangguan perilaku saat bayi mulai tumbuh besar.

Tujuan penulis menuliskan kalimat (3) pada teks adalah ….

A. menguatkan informasi yang dibahas pada kalimat sebelumnya
B. membuktikan penelitian yang dibahas pada kalimat sebelumnya
C. memperluas informasi yang telah dijelaskan pada kalimat sebelumnya
D. memerinci informasi yang disebutkan pada kalimat sebelumnya
E. menjelaskan hubungan sebab akibat atas informasi pada kalimat sebelumnya

Jawaban: A

3. Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.

(1) Beberapa negara kini melaporkan adanya penyusutan populasi. (2) Laporan tersebut datang dari Tiongkok dan beberapa negara lain, seperti Korea Selatan dan Jepang. (3) Setelah ditelusuri, hal itu karena warga negara, khususnya para wanita, enggan menikah serta memiliki atau membesarkan anak.

(4) Dilihat dari ranah psikologi, ada banyak faktor yang bisa membuat wanita enggan menikah dan memiliki anak. (5) Banyaknya tuntutan dan stigma pada wanita untuk menjadi ideal sesuai dengan standar sosial adalah salah satunya. (6) Itulah yang selanjutnya membuat wanita mungkin merasa terkekang karena mereka harus melakukan berbagai hal sesuai dengan tuntutan sosial. (7) Alhasil, pada era modern yang sarat akan keterbukaan informasi dan ruang berpendapat, makin banyak wanita yang justru memilih untuk tidak menikah dan mempunyai anak dengan alasan agar mereka bisa mendapatkan kebebasan yang penuh. (8) Selain faktor psikologis, makin sulitnya tantangan untuk membesarkan anak, terlebih di kota besar, juga menjadi penyebab lain yang membuat wanita enggan menikah dan memiliki anak. (9) Tantangan itu tidak hanya berpusat pada hal-hal materiel (seperti biaya) saja, tetapi juga pada masalah menjaga anak dari pergaulan bebas.

Kalimat (8) dan (9) dalam teks tersebut mengandung hubungan ….

A. contoh
B. sebab akibat
C. penjelasan
D. penambahan
E. perincian

Kunci Jawaban : C

4. Bacalah teks berikut ini untuk menjawab soal nomor 4—6!

Data Catatan Tahunan tentang kekerasan terhadap perempuan yang dirilis Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan jumlah laporan kekerasan pada 2018 mencapai 406.178 kasus, naik 16,5 persen dibanding jumlah laporan pada 2017 yang berjumlah 392.610 kasus. Mariana Amirrudin, Komisioner Komnas Perempuan menyatakan bahwa pola kekerasan yang terjadi masih sama, yakni paling tinggi di ranah personal atau ranah privat, ranah yang paling dianggap tabu untuk diungkap di ruang publik atau politik dari 13.568 laporan yang dianalisis oleh Komnas Perempuan, kekerasan dalam ranah privat yang mencakup hubungan dalam keluarga (KDRT) dan dalam hubungan pribadi seperti pacaran memiliki risiko yang besar dengan jumlah kasus mencapai 71 persen atau 9.637 kasus.

Di antara kasus kekerasan seksual dalam ranah privat, jenis kekerasan yang paling banyak terjadi adalah inses, perkosaan, pencabulan, persetubuhan, eksploitasi seksual, dan perkosaan dalam perkawinan. Komnas Perempuan mencatat angka inses pada 2018 berjumlah 1.071, turun dibanding 2017 yang mencapai 1.210. Namun, yang harus diperhatikan adalah pelaku yang kebanyakan adalah ayah kandung, ayah tiri, atau paman yang menyasar anak perempuan. Hal tersebut memprihatinkan karena orang yang sangat dekat dan dianggap sebagai pelindung atau penanggung jawab keluarga justru menjadi ancaman bagi anak. Komnas Perempuan juga mendapati temuan yang menunjukkan peningkatan laporan kasus perkosaan dalam perkawinan pada 2018 sejumlah 195 kasus dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 172 kasus. Peningkatan laporan ini disebabkan oleh meningkatnya keberanian korban untuk melaporkan kasus. Hal ini juga menunjukkan bahwa ada kesadaran korban bahwa pemaksaan hubungan seksual dalam perkawinan merupakan pemerkosaan yang bisa ditindaklanjuti sesuai koridor hukum.

Selain kekerasan dalam hubungan keluarga, Komnas Perempuan juga mencatat peningkatan laporan kekerasan dalam pacaran (KDP) dengan bentuk yang beragam, misalnya kekerasan dalam bentuk siber. Pola di dalam kasus KDP hampir sama, yakni korban diancam oleh pelaku dengan menyebarkan foto atau video korban yang bernuansa seksual di media sosial jika korban menolak berhubungan seksual dengan pelaku, atau korban tidak kembali berhubungan dengan pelaku. Kekerasan seksual berbasis siber lainnya juga mencakup objektifikasi perempuan untuk tujuan prornografi. Kasus seperti ini biasanya menghebohkan publik sehingga menambah beban psikis korban, bahkan di antaranya banyak yang melakukan percobaan bunuh diri.

Dalam catatan ini, Komnas Perempuan menggarisbawahi bahwa hal ini tidak dapat menjadi dasar kesimpulan bahwa kasus kekerasan seksual. Sebagian besar data yang dikompilasi Komnas Perempuan berasal dari perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama sehingga laporan ini memberi petunjuk bahwa jumlah korban yang melapor semakin banyak.

Berdasarkan paragraf 2, jika di suatu negara tidak terjadi kasus kekerasan seksual dalam ranah privat, seperti inses, perkosaan, pencabulan, persetubuhan, eksploitasi seksual, dan perkosaan dalam perkawinan, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?

A.Negara akan aman
B.Perempuan tidak ada yang mencoba melakukan bunuh diri
C.Tidak adanya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan
D.Ayah kandung, ayah tiri, atau paman menjadi pelindung atau penanggung jawab keluarga.
E. Menurunnya keberanian korban untuk melaporkan ke Komnas Perempuan

Kunci Jawaban: C

5. Berdasarkan paragraf 2, apabila pelaku kekerasan terhadap perempuan dilakukan oleh ayah kandung, ayah tiri, atau paman, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?

A.Kasus kekerasan meningkat
B.Korban harus melaporkan ke Komnas Perempuan
C.Ayah kandung, ayah tiri, atau paman tidak dapat menjadi orang terdekat yang melindungi dan bertanggung jawab terhadap keluarga
D. Banyak korban yang melakukan aksi bunuh diri
E.Tidak ada orang yang dapat dipercaya

Kunci Jawaban: C

6. Berdasarkan paragraf 4, apabila kekerasan seksual berbasis siber marak terjadi, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?

A. Komnas Perempuan keteteran dalam mengatasi kasus kekerasan pada perempuan.
B. Semakin banyak korban yang mencoba melakukan bunuh diri.
C. Semakin banyak korban yang akan melapor ke Komnas Perempuan
D.Tingkat kekerasan tahun 2018 meningkat dari tahun 2017.
E.Kasus kekerasan pada anak meningkat.

Kunci Jawaban: B

7. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 8!

Anggaran Negara di Dunia Tangani Covid-19

Pandemi Covid-19 diperkirakan menyebabkan perlambatan ekonomi di sejumlah negara. The Economist Intelligence Unit (EIU) memprediksi perekonomian global akan mengalami pertumbuhan minus hingga 2,2 persen pada tahun ini. Guna mengantisipasi resesi, sejumlah negara menyiapkan stimulus fiskal untuk mempertahankan perekonomiannya. Indonesia bersiap menggelontorkan Rp436,1 triliun atau 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menggunakannya untuk program percepatan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan yang diterapkan berupa pemberian bantuan sosial dan kartu prakerja serta insentif pajak. Lebih dari setengah anggaran itu dimanfaatkan guna menangani Covid-19.

“Kami akan mati-matian mencegah tidak terjadi krisis keuangan yang bisa mengubah penghitungan dengan memperkuat koordinasi, agar defisit bisa lebih kecil,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Singapura, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat juga telah memutuskan untuk menambah anggarannya dalam penanganan Covid-19. Singapura akan memberikan 59,9 miliar dolar Singapura untuk bantuan sosial dan perlindungan pekerja, insentif pajak, jaminan modal UKM, dan bantuan pekerja mandiri. Jerman dan Jepang bersiap mengalokasikan Rp13.125 triliun (10 persen PDB) dan Rp16.308 triliun (20 persen PDB). Jerman menggunakan anggaran tersebut untuk bantuan, pinjaman modal, penangguhan pajak perusahaan, dan subsidi gaji pekerja yang dirumahkan. Jepang menggunakannya untuk bantuan tunai rumah tangga, perlindungan pekerja dan pelaku bisnis, pinjaman sektor keuangan, dan masa tenggang pajak serta asuransi. Adapun Amerika Serikat tak ketinggalan dengan Rp32.800 triliun untuk bantuan tunai dan asuransi pekerja informal, pinjaman usaha, bantuan sektor keuangan, transportasi, dan fiskal negara.

Berdasarkan paragraf 1, manakah simpulan yang BENAR jika pemerintah tidak memberikan insentif pajak?

A. Pemberian bantuan sosial dan kartu prakerja tidak akan berjalan.
B. Anggaran belanja pemerintah mengalami defisit.
C. Pendapatan pemerintah dari penerimaan pajak dalam negeri berkurang.
D. Program percepatan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak tercapai.
C. Tidak terdapat hubungan antara wabah covid-19 dengan pemberian insentif pajak

Kunci Jawaban: D

8. Simpulan yang BENAR berdasarkan paragraf 2 adalah ….

A. Setiap negara menganggarkan dana penanganan covid-19 lebih dari 10?ri PDB.
B. Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki anggaran paling besar karena persentasenya terhadap PDB paling tinggi.
C. Jerman menggunakan anggaran untuk bantuan, pinjaman modal, insentif pajak, dan subsidi sektor keuangan.
D. Jerman dan Amerika Serikat memiliki jumlah anggaran yang sama untuk penanganan Covid-19.
E. dana penanganan Covid-19 tidak hanya digunakan dalam sektor kesehatan.

Kunci Jawaban: E

Itu dia beberapa contoh soal UTBK-SNBT TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum yang bisa digunakan para calon mahasiswa untuk belajar dan berlatih secara mandiri di rumah. Semoga berhasil.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved