Pilgub NTT
Daftar ke PDI Perjuangan NTT Sebagai Cagub, Frans Aba Bicara Soekarno
PDI Perjuangan NTT hanya mendapat 9 kursi DPRD NTT saat Pemilu 2024. Dibutuhkan 4 kursi lagi agar bisa mengusung bakal calon gubernur.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bakal calon gubernur NTT Frans Aba mendaftar ke DPD PDI Perjuangan NTT. Frans Aba, calon gubernur (Cagub) NTT itu berbicara Presiden pertama RI, Soekarno.
"Partai ini adalah tiang daripada revolusi yang diajarkan founding father's kita, Bung Karno," kata Frans Aba, Rabu 1 Mei 2024.
Dia mengaku dirinya merupakan bagian dari marhaen seperti yang diajarkan Soekarno. PDI Perjuangan, kata dia, merupakan perjuangan untuk dirinya bersama masyarakat. Moncong putih punya rekam jejak yang sangat mumpuni.
Suka - duka maupun posisi sebagai bagian dan tidak dalam pemerintahan sudah dilalui PDI Perjuangan. Arah gerak partai dengan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri itu menjadi penentu besar dalam perubahan.
Frans Aba juga menyinggung perayaan hari buruh yang bersamaan dengan pembukaan pendaftaran kepala daerah yang diselenggarakan PDI Perjuangan NTT, bagi semua pihak, termasuk dirinya yang bukan kader PDI Perjuangan.
Dia menyebut, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emi Nomleni juga merupakan sosok yang punya pengalaman sangat bagus dalam perpolitikan di NTT. Politisi perempuan itu pernah bertarung sendiri sebagai calon gubernur NTT lima tahun lalu. Emi Nomleni, kata Frans Aba, merupakan idola dengan ke-ibu-annya.
"Saya tahu diri, saya mengenal diri saya, dan saya sadar diri saya. Proses ini melalui mekanisme dan prosedur, apalagi saya bukan kader partai. Tapi proses ini PDI Perjuangan memberi ruang, tapi tuntutan proses ini akan kita lewati," ujarnya.
Baca juga: Frans Aba Daftar Bakal Cagub NTT di Tujuh Partai, Termasuk PDIP dan Gerindra
Sebagai orang yang bukan kader partai, terutama PDI Perjuangan, dia sadar bila PDI Perjuangan akan memprioritaskan kader internalnya. Ia akan menghormati keputusan itu.
Jika diberikan kesempatan oleh PDI Perjuangan, ia mengaku itu merupakan sebuah kehormatan. Dia meminta dukungan dan bimbingan dari PDI Perjuangan untuk sebuah perjalanan politik ini terlepas dari segala keputusan yang ada.
Frans Aba berharap ada penyatuan jika proses itu terjadi antara dirinya dan PDI Perjuangan sebagai sebuah persaudaraan sejati. Menurut dia, demokrasi harus dikerjakan bersama-sama. Siapapun yang dipilih merupakan proses yang dilalui.
Setidaknya, ujar dia, sudah ada 3 partai yang ia daftar sebagai cagub NTT. Total ada 7 partai yang akan menjadi proses yang bakal dilewati dirinya. Semua partai itu karena memiliki perolehan kursi yang sangat tinggi dan pertimbangan lainnya, seperti belum ada pembukaan pendaftaran maupun proses yang sedang berjalan.
"Kita tidak bicara siapa yang jadi gubernur, apakah Ibu Emi Nomleni, apakah saya, apakah kader lainnya, tapi kita bicara bagaimana NTT ke depan," katanya.
Baginya proses itu hanya sebagai jembatan dalam mencari sosok pemimpin bagi NTT. Prinsipnya adalah tahapan yang dilalui itu harus sejalan dengan amanat partai yang muaranya memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat di NTT.
"Yang jelas kita mengambil keputusan, kita sudah pertimbangan segala hal. Proses Pilkada tidak serta merta tidak muncul, terutama dari sisi popularitas maupun elektabilitas," ujarnya.
Baca juga: Frans Aba Medaftar ke PAN, Sebut Tujuan Perjuangan Sama Partai Lambang Matahari
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.