Senin, 27 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 29 April 2024, "Guruku Malaikat Jiwaku"

Mereka mengajar banyak sekali ilmu, apalagi merangkap semua mata pelajaran di satu kelas, jauh berbeda dengan kondisi di dunia pendidikan dewasa ini.

Editor: Eflin Rote
dok-pribadi
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

Senin, 29 April 2024
Perayaan Wajib
Sta. Katarina dari Siena

Lectio:
Kisah Rasul 14:5-18
Mazmur 115:1-2,3-4,15-16
Yohanes 14:21-26

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus. Kisah kasih di sekolah. Saya masih ingat waktu dulu di sekolah, ada banyak bapa dan ibu guru.

Mereka mengajar banyak sekali ilmu, apalagi merangkap semua mata pelajaran di satu kelas, jauh berbeda dengan kondisi di dunia pendidikan dewasa ini. Mereka mengajarkan banyak hal yang baik dan berguna, meski tidak selalu dilakukan dengan baik.

Sebagian besar dari mereka telah tiada, namun jasa mereka melekat dalam hati dan benak saya. Peran guru sangat penting dan berharga bagi hidup saya, di saat ini dan di kemudian hari. Ingat kembali sosok bapa ibu guru masa itu ketika kita masih di sekolah.

Sebutkan nama mereka satu persatu mulai dari TK, SD, SMP dan SLTA. Pribadi anda yang dipanggil Tuhan untuk menjadi guru yakni mengajar, mendidik dan menghantar para murid menjadi menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab atas kehidupan dan menata sebuah masa depan bagi anak-anak bangsa. Terimakasih wahai guruku malaikat jiwaku.

Bacaan injil hari ini bicara tentang sosok seorang guru. Yesus adalah guru. Firman Nya berisi perintah-perintah. Jika kita mendengar, memegang teguh dan melakukannya, maka kita telah mengasihi Dia. Dia mengatakan: ”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan
dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan Diri-Ku padanya (Yoh 13:21). Yesus berkata lagi, jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.

Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan kami akan datang kepadanya, dan diam bersamasama dengan dia (ay. 23). Bila kita mengasihi Yesus, memegang dan melakukan firman-Nya/perintah-Nya, Ia tinggal di dalam diri kita.

Allah Bapa juga tinggal di dalam diri kita. Allah Bapa juga akan mengasihi kita, dan datang serta tinggal bersama-sama degan kita. Selain Allah Bapa dan Putera, Roh Kudus juga adalah guru.

Apa yang dilakukan oleh Roh Kudus dalam hidup kita? Pertama, Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan semua yang telah Yesus ajarkan lewat Injil-Nya.

Kedua, Roh Kudus akan menghibur kita dalam kesulitan sehingga kita tidak putus asa. Ketiga, Roh Kudus mengajarkan kebenaran dan mengingatkan hal yang salah.

Hal ini dialami oleh Rasul Paulus dan Barnabas ketika mereka diperlakukan oleh orang-orang yang berbahasa Likaonia sebagai penjelmaan dewa-dewa (lih. Kis 14:15-18). Roh Kudus yang membimbing kedua rasul itu mengajarkan kebenaran dan mengingatkan hal yang salah dan sia-sia.

Keempat, Roh Kudus mengajar kita untuk berdoa. Seperti diajarkan dalam katekismus gereja Katolik, Roh Kudus, yang urapan-Nya memenuhi seluruh diri kita, adalah guru doa Kristen di dalam batin kita.

Roh Kudus adalah sumber tradisi doa yang hidup (No. 2672 dan 2681). Yesus mengatakan barangsiapa yang berpegang pada perintahNya, berarti dia mengasihiNya. Paulus dan Barnabas dalam bacaan pertama adalah contoh orang yang mengasihi, berpegang dan setia pada perintah Tuhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved