Tokoh NTT
Profil Tokoh NTT, Esther Siubelan Menjadi Perempuan Mandiri
Menjadi seorang perempuan yang mandiri dimulai dengan mencari, menemukan dan mengembangkan potensi diri serta tidak merasa takut untuk keluar dari
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Alfred Dama
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM --- Menjadi seorang perempuan yang mandiri dimulai dengan mencari, menemukan dan mengembangkan potensi diri serta tidak merasa takut untuk keluar dari zona nyaman.
Prinsip itulah yang dipegang oleh Esther Siubelan, seorang perempuan muda kelahiran Kupang 22 April 1997.
Setelah menyelesaikan Pendidikan Sarjana di Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 2019 dengan mengambil Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Esther pun mulai mengembangkan bakatnya sebagai Reporter, Presenter dan Moderator
“Niatan awal memilih Jurusan Hubungan Internasional karena melihat banyak sekali mata kuliah yang sangat menarik dan mampu memberikan banyak pengetahuan dari sudut pandang yang lebih luas sehingga saya memutuskan untuk mendaftar di Jurusan tersebut,” kata Esther saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu 20 April 2024.
Baca juga: Sosok Profil Tokoh NTT, Ida Hoar Nahak Suka Turun Lapangan
Hal pertama yang membuat dirinya keluar dari zona nyaman adalah ketika memutuskan untuk melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Santa Maria di Malang. Pada saat itu Esther masih berusia 15 tahun dan memilih untuk merantau.
Selama tiga tahun Esther menjalani keseharian sebagai anak asrama dan bertemu dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Selama tiga tahun saya hidup di asrama, sehingga pola hidup disiplin sudah terbentuk disana sejak masuk SMA dan tinggal di asrama. hal ini yang saya syukuri karena didikan dari suster asrama membentuk saya menjadi pribadi yang lebih berkarakter dan penuh tanggung jawab” katanya.
Menurut Esther, untuk menemukan potensi diri, tidak terlepas dari niat, kemauan dan semangat juang yang tinggi serta keinginan untuk mencoba hal baru. Sebagaimana halnya dengan dirinya yang telah terjun menjadi wanita karir, mandiri yang juga inspiratif dengan kemampuan public speaking yang baik.
Baca juga: Sosok Profil Tokoh NTT, Jeremy Teti Berjuang Sejak Masih Anak-anak
Setelah menyelesaikan Pendidikan Sarjana, dia pun mulai terjun ke dunia pekerjaan. Rumah pertama yang membentuk dan menjadi wadah tumbuhnya kreativitas Esther adalah salah satu lembaga penyiaran publik TVRI NTT selama tiga (3) tahun empat (4) bulan.
Pengalaman pertama menjadi reporter dan presenter di media memang menjadi tantangan baru baginya. Namun, dia tetap semangat dan tidak takut untuk memulai. Apalagi, saat kuliah semester empat, pernah mengambil mata kuliah dengan media dan diplomasi. mata kuliah media dan diplomasi inilah yang menjadi awal daya tarik esther mencintai pekerjaan yang selama 3 tahun lebih ia tekuni.
Bekerja di media sebagai resporter dan presenter menjadikan dirinya sebagai seorang dan bertanggung jawab dan terus belajar, karena informasi apapun yang disampaikan kepada publik harusnya sebuah informasi yang berkualitas sekaligus mendidik.
Di samping menjalankan tugasnya di media, Esther juga menggeluti pekerjaan sampingan sebagai Moderator dan MC dalam acara-acara penting di Instansi Pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Bahkan, pernah menjadi moderator di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT dalam acara Exotic Tenun Fest 2023.
Baca juga: Sosok Profil Tokoh NTT, Romo Beatus Ninu, Kesetiaan dan Tangisan Umat
Salah satu hal yang menyenangkan baginya saat bekerja di media yaitu Ketika bisa melakukan wawancara dengan Presiden RI, Joko Widodo tahun 2023 dalam agenda kunjungan presiden ke NTT, Kupang.
“Saya sangat senang Ketika bisa bertemu dan mewawancarai bapak Presiden. Karena itu adalah salah satu cita-cita saya sejak kuliah dan Puji Tuhan hal itu bisa tercapai sebelum Pak Jokowi menyelesaikan masa tugasnya sebagai Presiden RI,” ungkapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.