Berita Sumba Barat
Serangan ASF Meluas, Ribuan Ekor Babi Milik Masyarakat Sumba Barat Mati
Karena itu, selain memberikam penyuluhan kepada masyarakat tentang beternak yang baik juga membagikan desinfektan secara gratis kepada peternak babi
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
Laporam Reporter.POS-KUPANG.COM,.Petrus.Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumba Barat, Ir Israil Meok mengatakan, penyakit virus babi atau virus african swine fever (ASF) secara luas telah menyerang ternak babi milik masyarakat Sumba Barat selama tiga tahun terakhir kini.
Akibatnya sekitar 1000-an ternak babi milik masyarakat Sumba Barat mati. Serangan virus ASF tidak hanya melanda Sumba Barat tetapi seluruh Sumba.
Kondisi serangan virus ASF mulai menurun sejak awal tahun 2024 hingga Maret 2024. Namun mulai April 2024 serangan virus ASF kembali terjadi.
"Bahkan sampai saat ini, seluruh wilayah Sumba Barat sudah terserang ASF," ujar Israil Meok yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM ke telepon selulernya, Sabtu 20 Maret 2024..
Karena itu pemerintah mengimbau masyarakat selalu membersihkan kandang, menyemprot disinfektan, memisahkan babi sehat dengan babi sedang sakit dan mengkuburkan babi serta melarang membuang babi mati di alam bebas. Sebab hal itu sama dengan ikut memperluas serangan ASF.
Menurutnya sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangani virus ASF.
Karena itu, selain memberikam penyuluhan kepada masyarakat tentang beternak yang baik juga membagikan desinfektan secara gratis kepada peternak babi.
Hal itu demi mencegah meluasnya serangan virus ASF lebih luas.
Baca juga: Cegah Virus ASF, Kadis Peternakan Sumba Barat Imbau Warga Tak Buang Bangkai Babi Sembarangan
Langkah lainnya adalah pemerintah melarang masyarakat mendatangkan ternak babi dari luar termasuk produk ikutannya demi mencegah perluasan serangan ASF terhadap ternak babi milik masyaraktat. (pet)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Peternakan-dan-Kesehatan-Hewan-Sumba-Barat-Israil-Meok.jpg)