Berita Timor Tengah Selatan

Penimbangan Februari 2024, Kondisi Stunting di Timor Tengah Selatan Berada di Angka 20,2 Persen

Hal ini dikarenakan jumlah sasaran penderita stunting di Kabupaten TTS yang lebih besar dibandingkan Kabupaten lain di Provinsi NTT.

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Penjabat Bupati TTS, Edison Sipa. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Berdasarkan data pengukuran pada bulan Februari, angka stunting di Kabupaten TTS masih berada di angka 20,2 persen atau 7.551 penderita stunting.

Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, Seperius Edison Sipa saat ditemui Pos Kupang, Jumat, 19 April 2024.

Menurut Sipa, Pemerintah Kabupaten TTS masih memiliki tanggung jawab yang besar untuk mencapai target yang disampaikan presiden Jokowi saat mengunjungi pada TTS 2 tahun lalu.

Saat itu Jokowi menargetkan agar di tahun 2024 angka stunting setiap Provinsi dan Kabupaten harus berada di bawah 14 persen. Hal yang sama menjadi target Mantan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun. 

Meski demikian jelas Penjabat Bupati TTS, Edison sipa penurunan 2,1 persen dari pengukuran Agustus 2023 merupakan jumlah yang besar jika dibandingkan dengan kabupaten lain.

Hal ini dikarenakan jumlah sasaran penderita stunting di Kabupaten TTS yang lebih besar dibandingkan Kabupaten lain di Provinsi NTT.

"Kita harus bedakan TTS dengan Kabupaten lain. Kita turun 0,5 persen saja jumlahnya banyak. Sebelumnya angka stunting kita 9.000 lebih atau 22,3 persen pada pengukuran Agustus 2023," terangnya. 

Baca juga: TNI di Kabupaten Timor Tengah Selatan Ajak Siswa SDN Haunobenek Peduli Kebersihan


"Kemudian pada pengukuran Februari 2024 kita turun ke 20,2 persen. Artinya ada 2,1 persen yang berhasil diturunkan, sehingga sekarang jumlah anak stunting menjadi 7.551 orang," tambahnya. 

Hal ini lanjut Sipa, tentu berbeda dengan Kabupaten lain yang sasarannya sedikit. 

"Sebelum pengukuran Agustus ada 9.800 sekian dan kini berkurang menjadi 7.551. Itu berarti intervensi kita sejak pengukuran Agustus hingga kemarin pengukuran pada Februari termasuk signifikan," ucapnya. 

Sementara untuk angka kemiskinan ekstrim kata Sipa, berdasarkan data statistik tahun 2023, angka kemiskinan ekstrim Kabupaten TTS berada pada angka 25,18 persen atau sebanyak 119.510 jiwa.

Menurut Sipa, terkait kondisi-kondisi ini kepada dinas-dinas konvergensi telah ada dana yang dialokasikan. 

"Untuk stunting sekretariatnya ada di Bappeda. Sementara untuk kemiskinan ekstrim ini ada dinas-dinas seperti PRKP untuk perumahan dan sanitasi," tuturnya.

Dia mengatakan, pihaknya mengarahkan para kepala desa untuk betul-betul memanfaatkan dana desa secara fokus untuk penanganan kondisi-kondisi ini.

"Di hadapan para kepala desa tadi saya minta agar dana desa ada keberpihakan untuk turut membereskan kondisi ini karena mereka yang tahu persis data riil di desa," ucapnya. (din)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved