Berita Manggarai Timur

Riwayat Sakit Romo Beny Jaya Imam Katolik Keuskupan Ruteng yang Tutup Usia

Romo Beny Jaya tetap setia melayani umat dan menjalankan kegiatan pelayanan pastoral kategorial di Labuan Bajo.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pastor Kategorial Kevikepan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Romo Beny Jaya, Pr meninggal dunia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Romo Benediktus Jaya, Pr atau dikenal Romo Beny Jaya Imam Katolik Keuskupan Ruteng tutup usia saat dirawat di RS EMC Pulomas Jakarta, Kamis Sekitar pukul 20.40 Wita. 

Riwayat sakit Alm Romo Beny Jaya Jaya sejak Agustus 2020. Almarhum mulai sakit dan harus dirawat secara rutin dan dianjurkan untuk  dirujuk dan dirawat pada RS Carolus Jakarta.

Dari hasil chek up lengkap di RS Carolus, ternyata Romo Beny Jaya mengalami gangguan fungsi ginjal. Karena itu, Romo Beny Jaya diharuskan untuk melakukan cuci darah seminggu dua kali yakni hari senin dan kamis. Sejak saat itu, Romo Beny Jaya melakukan cuci darah di RS Siloam Labuan Bajo.  

Dalam situasi ini, Romo Beny Jaya tetap setia melayani umat dan menjalankan kegiatan pelayanan pastoral kategorial di Labuan Bajo. Walau dalam keadaan sakit, Ia tetap menunjukkan komitmen kuat pada karya pastoral keuskupan. 

Romo Beny Jaya berprinsip 'biarkan saya mati dalam atau saat melayani'. Pada awal April 2022, Romo Beny Jaya mengalami penyumbatan pada pembuluh jantung dan diambil tindakan pemasangan ring. Ternyata tindakan ini cukup mempengaruhi kondisi dari Romo Beny Jaya.

Kemudian, pada tanggal 9 Maret 2024, Romo Beny Jaya mengalami gangguan yang lebih serius pada jantungnya. Dan dari hasil pemeriksaan di RS EMC Pulomas, yang  semula direncanakan untuk penambahan ring pada jantung, namun tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi pada tanggal 20 Maret 2024 kemarin, dan operasinya berjalan dengan sukses di RS EMC Pulomas Jakarta.

Sejak itu, Romo Beny Jaya beristirahat (opname) untuk proses pemulihan dan sempat keluar dari ruang ICU pada tanggal 25 Maret 2024. 

Pada tanggal 5 April, Romo Beny Jaya sempat mengirimkan pesan teks lewat grup WA Unio Imam Projo Keuskupan Ruteng untuk menceritakan kondisinya saat itu. Ternyata, ada serangan lagi pada pada tanggal 27 Maret yang mengganggu fungsi paru-parunya. 

Dari hasil pemeriksaan dokter, ada infeksi dan air sekitar paru-paru. Dokter segera mengambil tindakan dan proses medis ini berjalan dengan sukses. 

Sesudah itu, Romo Beny Jaya sempat menulis pesan singkat yang mengabarkan bahwa dirinya sekarang berada di ruang pemulihan dan sedang latihan jalan, duduk dan pegang gelas. 

Romo Beny Jaya sempat berterima kasih atas semua doa dari para imam dan umat semua untuk kemajuan pemulihan dan perawatan.

Baca juga: Profil Romo Beny Jaya Pr, Pastor Kategorial Labuan Bajo yang Tutup Usia di Jakarta

Tetapi, pada Sabtu tanggal 13 April, Romo Beny Jaya kembali ke RS untuk dibedah kembali karena ada gangguan pada tulang dadanya pasca operasi, karena selama sesudah operasi ia menderita batuk. 

Setelah operasi, Romo Beny Jaya sempat beristirahat dan sampai tanggal 18 April kondisi Romo Beny Jaya semakin memburuk hingga tidak sadarkan diri. Kurang lebih pada pukul 20.40 Wita, Romo Beny Jaya menghembuskan nafas terakhir dan kembali ke rumah Bapa di surga dalam usia 58 tahun di RS EMC Pulomas Jakarta. 

Romo Beny Jaya Jaya dikenal sebagai pribadi yang ramah, gembira, sederhana, namun tegas dan penuh persaudaraan. Mencintai orang kecil serta memiliki komitmen yang tinggi dalam karya perutusan dan pelayanannya sebagai imam Keuskupan Ruteng.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved