UKAW Kupang

Seminar Sehari UKAW Kupang, Beritakan Kabar Baik 

Untuk itu, mengabarkan berita baik merupakan sesuatu yang harus. Semua itu bisa dilakukan sesuai dengan jalur atau jalan posisi masing-masing. 

|
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pemateri saat tampil dalam Seminar Sehari UKAW Kupang menjelang HUT ke-53 Fakultas Teologi UKAW Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Kristen Artha Wacana atau UKAW Kupang menggelar Seminar Sehari dengan tema Beritakan Kabar Baik

Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan menjelang HUT ke-53 Fakultas Theologi UKAW Kupang sekaligus wisuda sarjana dan magister di UKAW Kupang

Pdt. Prof. Samuel B Hakh dalam materinya suatu tinjauan biblis terhadap proklamasi Yesus dalam Lukas, 4:18,19 mengawali pembicaraannya, mengutip sebuah teks menggambarkan kisah penolakan Yesus di Nazareth. 

Dalam konteks nabi Yesaya, teks itu lebih kepada pengutusan hamba Tuhan sebagai seorang nabi membawa kabar baik kepada orang sengsara, remuk hatinya dan tertawan serta yang ada dalam penjara. 

"Orang-orang ini adalah yang berkurangan, miskin secara ekonomis, cacat, buta, lumpuh, terpinggirkan dari pergaulan masyarakat, dan yang putus asa dan orang yang kebebasannya dirampas oleh mereka yang berkuasa," kata dia. 

Menurut dia, Yesus tidak saja sebagai pembawa berita tapi pembawa keselamatan. Dalam beberapa teks menjelaskan bahwa Yesus memiliki roh kudus untuk membawa kabar baik. Pernyataan itu sejalan dengan turunnya roh Kudus saat dia dibaptis. 

Kabar baik itu menjadi bagian penting dalam pelayanan di bumi sekaligus menjadi pembebasan tidak saja dari spiritual tapi secara fisik. Tugas pembebasan itu berkenan dengan menebaskan orang miskin dari belenggu yang ada. 

Prof Samuel memenangkan uraian tentang tema seminar Beritakan Kabar Baik, dari sisi teologis. Tinjauan berlandaskan Injil diutarakan Prof Samuel berangkat dari teks-teks yang sudah ditulis dalam Injil. 

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Rektor UKAW Minta Civitas Akademika Tak Mudah Percaya Berita Hoax

Sementara itu Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dalam materinya berkaitan dengan persepektif pertahanan dan keamanan jelang Pemilu 2024. 

Menurut Irjen Pol Daniel Silitonga, semua orang boleh saja menyampaikan kabar baik itu ke orang lain. Namun, perlu dilihat kabar yang disampaikan itu lebih jauh. 

Ia mengatakan, dalam Injil Matius tertulis juga kepadamu telah diberikan segala kuasa, apa yang terikat di bumi akan terikat di surga.

Ia menyebut, bila kata kerja itu diawali dengan huruf P dan diakhiri dengan kata Lah, maka menunjukkan sebuah perintah dan itu absolut. 

"Bukan perintah pilihan. Sama seperti di kami (polisi), saya keluarkan perintah ke anak buah saya, kerjakanlah, sidiklah, tangkap lah, kira-kira ada polisi yang tidak kerjakan, kira-kira saya apain," katanya. 

Hal yang sama tercermin dalam alkitab yang meminta agar umat untuk pergilah, mengajak dan lainnya, maka tentu akan ada hukuman pula. Sama seperti seorang polisi yang tidak menjalankan perintah secara otomatis akan mendapat hukuman secara internal maupun pidana. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved