Minggu, 12 April 2026

Berita Nasional

Politikus PDIP Sebut Ada Pagar Pembatas Antara Jokowi dan Megawati

Upaya rekonsiliasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum bisa terwujud karena ada pagar pembatas.

Editor: Alfons Nedabang
INSTAGRAM ARYO SENO BAGASKORO
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Aryo Seno Bagaskoro. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Upaya rekonsiliasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum bisa terwujud karena ada pagar pembatas.

Hal ini disampaikan politikus PDIP Aryo Seno Bagaskoro, Jumat (12/4/2024).

Menurut Seno, PDIP mengenal adanya pagar pembatas yang bisa saja diciptakan sendiri oleh kader jika melanggar prinsip-prinsip kepartaian.

PDIP, kata Seno, mengenal prinsip yang diajarkan oleh Megawati, yakni pentingnya satu kata dan perbuatan sebagai kader.

"Nah hal-hal semacam ini yang sebenarnya mendefinisikan kader atau bukan. Jika itu dilanggar, itulah yang bisa menciptakan 'pagar pembatas'," kata Seno.

Menurut Seno, pagar pembatas itu bisa diciptakan sendiri oleh kader-kader yang melanggar prinsip kepartaian.

Diketahui, Presiden Jokowi hingga kini masih tercatat sebagai kader PDIP, meski disebut berbeda sikap politik pada Pilpres 2024.

Namun berkaitan dengan "pagar pembatas", Seno tidak menyebut spesifik apakah kader yang melanggar prinsip kepartaian itu adalah Presiden Jokowi.

"Membatasi tidak hanya dengan orang per orang, tetapi dengan sejarah panjang demokrasi Indonesia."

"Nah 'pagar' itu bisa saja dibuat sendiri dengan sengaja melalui tindakan-tindakan," ungkap dia.

Baca juga: Apakah Jokowi Silaturahmi ke Rumah Megawati, Sekjen PDIP: Hanya Dihadiri Sahabat Ibu

Lebih lanjut, Seno juga membeberkan prinsip PDIP yang diajarkan Megawati yaitu mengedepankan kepentingan bangsa, bukan keluarga.

Lalu, Megawati pun dikenal begitu menaati asas dan konstitusi.

"Ada lagi adagium 'satunya kata dan perbuatan'. Jadi, tidak boleh berbohong."

"Sebagai politisi, tentu yang jadi salah satu ukuran adalah kata-katanya bisa diandalkan," tutur Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini.

Ada pun sebelumnya, upaya rekonsiliasi tokoh-tokoh politik pasca Pilpres 2024 semakin hangat dibicarakan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved