Rabu, 22 April 2026

Berita Lembata

Mengidentifkasi Ancaman Banjir dan Longsor di Desa Normal dan Mencegahnya dengan Tanam Pohon

Tiga desa masuk dalam daftar yakni Desa Leuwayan, Leudanung dan Normal. Ketiga desa ini ada di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-PLAN INDONESIA
Karang Taruna dan masyarakat Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata memilih menanam anakan pohon di sekeliling kampung, Sabtu, 23 Maret 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pasca badai seroja yang melanda NTT, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mulai mengidentifikasi desa-desa yang terimbas banjir dan longsor serta berpotensi bencana di kemudian hari. 

Tiga desa masuk dalam daftar yakni Desa Leuwayan, Leudanung dan Normal. Ketiga desa ini ada di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Pada November 2023, Plan Indonesia mulai mendampingi ketiga desa tersebut. Anak muda ketiga desa ini mengikuti pelatihan Nature Based Solution (solusi mitigasi berbasis alam ) dan mempelajari risiko bencana, secara khusus banjir dan longsor.

Mereka melakukan kajian dan mendeteksi potensi-potensi sumber daya di desa, melihat kapasitas masyarakat yang dimiliki, lalu membuat kajian partisipatif dengan masyarakat dan pemerintah desa.

Berdasarkan temuan lapangan, anak muda yang tergabung dalam karang taruna ketiga desa ini mulai merencanakan aksi-aksi yang berperspektif NBS. 

Beberapa di antaranya adalah melakukan penghijauan dan membuat dua model terasering. 

Pertama, terasering mati (dalam bentuk susunan batu, kayu dan sampah kebun). Kedua, terasering hidup (yang isinya tanaman).  

Sejumlah rencana aksi ini kemudian dibawa ke forum diseminasi hasil kajian anak muda yang melibatkan masyarakat dan pemerintah desa.

Manajer Program Implemantation Area (PIA) Lembata Yayasan Plan Indonesia, Erlina Dangu, mengatakan tindakan-tindakan mitigasi kebencanaan bisa juga bersumber dari sumber daya lokal yang ada.

Tidak perlu harus mengeluarkan biaya besar. Salah satu sumber daya lokal itu adalah pembuatan terasering hidup (menanam pohon atau tanaman). 

Oleh karena itu, Plan Indonesia menggagas konsep mitigasi Nature Based Solution yang sementara diterapkan di tiga desa di Kecamatan Omesuri.

Baca juga: Ribuan Umat Islam Sholat Ied Idul Fitri di Lapangan Polres Lembata

Plan Indonesia sangat mendukung kepemimpinan orang muda (youth)  dan perempuan untuk aksi-aksi perubahan iklim yang ada di desa.

“Jadi lewat karang taruna kita buat kajian risiko bencana di desa, lalu kita periksa lagi kira-kira ada tidak kearifan lokal yang ada di desa. Akhirnya orang muda jadi sadar kalau kearifan lokal itu berpengaruh besar pada pencegahan terjadinya banjir dan longsor,” pungkasnya.

Karang Taruna dan masyarakat Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata memilih menanam anakan pohon di sekeliling kampung, Sabtu, 23 Maret 2024. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved